<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359</id><updated>2011-08-10T19:18:19.468+07:00</updated><category term='Ceritaku'/><category term='Lagu'/><category term='Resensi'/><category term='Feature??'/><category term='Opini'/><category term='Straight News RAKA'/><category term='Kamus Kecil Ekonomi'/><title type='text'>Tedy Gumilar</title><subtitle type='html'>Otretan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-1869342946985834231</id><published>2011-07-04T11:10:00.004+07:00</published><updated>2011-07-13T10:29:25.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kamus Kecil Ekonomi'/><title type='text'>Istilah Ekonomi</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Semua data dibawah ini bersumber dari Treasury Division PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Makasih buat Bu Nurul dan Mbak Syanti&lt;/i&gt; :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ADP National Employment&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan hasil survey ADP (Automatic Data Processing, Inc.) yang digunakan untuk mengestimasi perubahan jumlah pekerja selama kuran waktu 1 satu bulan, kecuali yang bekerja di sektor agraria &amp; pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asset Gilt Buying Program&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan langkah yang ditempuh BOE (Bank of England) sebagai bank sentral Inggris untuk membeli obligasi negara (gilt)  untuk mendukung keputusan rendahnya suku bunga acuan. Kebijakan ini diambil Maret 2009 lalu dengan dana awal £ 75 miliar &amp; terus ditingkatkan hingga mencapai £ 200 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bank Stress Test&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan program kerja Committee of European Banking Supervisors (CEBS) dan otoritas pengawas perbankan masing-masing anggota EZ yang bekerja sama dengan ECB untuk melakukan tes atas perbankan EZ. Dimaksudkan untuk mengetahui ketahanan sistem perbankan EZ atas tekanan ekonomi &amp; finansial global. Hasil tes akan digunakan untuk menentukan langkah lanjutan untuk mensupport stabilitas sektor perbankan EZ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Big Dollar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adalah julukan untuk USD yang merupakan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di pasar uang dunia dengan volume transaksi rata-rata lebih dari US$ 1 triliun. Dibanding dollar lainnya (Canadian Dollar, Australia Dollar, Singapore Dollar, Hongkong Dollar, dll) USD juga lebih unggul sehingga mendapat gelar Big Dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BOJ Call Rate&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan suku bunga jangka pendek yang diterapkan oleh Bank of Japan (BoJ), terkait erat pula dengan tingkat dimana bank meminjam uang dari bank sentral dalam satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BRC Sales&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan ukuran yang menunjukkan perubahan nilai penjualan sesama toko level ritel. Semakin besar nilai aktual dibandingkan prediksi, semakin baik efeknya bagi mata uang. Dirilis setiap bulan, sekitar 10 hari sejak akhir bulan sebelumnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Carry Trade&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Straregi arbitrase dimana pelaku pasar membeli suatu instrumen atau surat berharga yang mempunyai yield tinggi dengan dana yang bersumber dari penjualan asset atau pinjaman dari suatu negara yang suku bungannya rendah. Mata uang negara yang berbunga rendah akan semakin terdepresiasi akibat meningkatnya aksi jual mata uang domestik oleh kegiatan carry trade. Keuntungannya adalah selisih suku bunga yang tinggi dan depresiasi mata uang negara asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kondisi ini berbalik dimana pelaku pasar melepas instrumentdan memegang mata uang bersuku bunga rendah, maka terjadi unwind carry trade. Dan mata uang yang kerap dijadikan sasaran carry trade adalah yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;China Bencmark Deposit &amp; Lending Rate&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap bank sentral di dunia, memiliki istilah dalam suku bunga acuannya. Untuk China, PBOC menggunakan acuan Benchmark Deposit Rate (3.5%) &amp; Benchmark Lending Rate (6.56%). Sedangkan The Fed menggunakan Federal Fund Target yang lebih dikenal sebagai Fed Fund Rate (0-0.25%). BOE menggunakan Prime Rate (0.5%) sedang ECB menggunakan istilah ECB Main Refinancing Rate (1.25%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CPI (Consumer Price Index)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan perubahan harga barang &amp; jasa yang dibeli oleh konsumen. Semakin besar nilai aktual, maka semakin baik bagi mata uang. Dirilis setiap bulan. Harga konsumen menjelaskan mayoritas inflasi secara keseluruhan. Dalam hal ini inflasi penting bagi penilaian mata uang karena kenaikan harga-harga akan menggiring bank sentral untuk meresponnya dengan peningkatan tingkat bunga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Debt Switching&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan pembelian kembali SUN/obligasi negara oleh pemerintah dengan cara penukaran. Seri obligasi yang dapat ditawarkan oleh pemegang obligasi (source bond) untuk ditukarkan ditetapkan oleh Dirjen Pengelolaan Utang. Sedangkan obligasi penukar (destination bond) juga telah ditetapkan pada pengumuman rencana lelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Default/Gagal Bayar &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kondisi dimana penerbit obligasi tidak mampu membayar bunga dan pokok obligasi pada saat jatuh tempo. Karena berkaitan dengan risiko maka sering disebut risiko gagal bayar atau risiko kredit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Down Grade Irlandia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Moody’s mendown grade Irlandia menjadi Ba1 dari Baa3 dengan outlook negatif. Hingga tahun 2012, European Comission bahkan memprediksi jumlah utang Irlandia akan mencapai 118% dari GDP-nya sehingga peringkat obligasi Irlandia diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan lembaga rating internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ECB Collateral&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;ECB memberi pengecualian agar semua  obligasi Portugal &amp; juga Yunani  tetap dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman dari bank sentral.  Sebenarnya, di EZ terdapat minimum credit rating threeshold yang mensyaratkan setiap jaminan bukan merupakan junk bond. Namun dengan kondisi saat ini, ECB menunda pelaksanaan threeshold tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ECOFIN MEETING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;ECOFIN = The Economic and Financial Affairs Council&lt;br /&gt;Merupakan pertemuan menteri-menteri keuangan anggota zona Eropa yang biasanya diselenggarakan di Brussel, Belgia. Pembahasan menyangkut persoalan finansial, diantaranya: mekanisme dukungan atas euro maupun persoalan keuangan pemerintah Uni Eropa. &lt;br /&gt;Pertemuan ini tertutup untuk umum, namun para pejabat biasanya berbicara dengan reporter setelah pertemuan di hari yang sama. Bahkan, pernyataan formal pun akan dirilis setelah hasil pertemuan dicapai. Keputusan dalam pertemuan ini memiliki pengaruh yang berdampak luas bagi kesehatan ekonomi zona euro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Efek Domino Krisis Yunani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Efek domino krisis Yunani dapat mengenai negara anggota EZ lainnya. Hingga saat ini negara yang mengalami krisis utang &amp; defisit adalah Portugal, Irlandia, &amp; Spanyol. Perbankan EZ juga berpotensi terkena getah krisis ini, karena perbankan EZ banyak memiliki eksposure obligasi PIGS. Yang termutakhir adalah ancaman downgrade Moody's atas perbankan Prancis, karena menjadi pemilik terbesar obligasi Yunani. Potensi default Yunani berdampak pada turunnya kualitas asset yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan utang Yunani diperkirakan akan ikut menyebar ke EZ member lainnya. Juga karena asumsi bahwa semua anggota EZ memiliki kesamaan dalam hal perekonomian sehingga mereka bersatu dalam EZ &amp; menggunakan euro sebagai mata uang tunggal. Terbukti, dari 17 anggota EZ tersebut yang mengalami krisis utang yang parah adalah PIGS (Portugal, Ireland, Greece &amp; Spain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ekspor, Trade Balance&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ekspor bersih disebut juga dengan Trade balance (neraca perdagangan) merupakan seleisih antara nilai ekposr suatu negara dengan nilai impornya dalam suatu jangka waktu tertentu, umumnya bulanan. Neraca perdagangan disebut positif/ surplus, jika ekspor lebih besar dari impor. Kondisi sebaliknya disebut negatif/defisit. Jika neraca predangann positif, menunjukkan semakin kompetitifnya ekonomi suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;EFSF (European Financial Stability Facility)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;EFSF adalah lembaga yang dibentuk EU pada 9 Mei 2010 untuk menjaga stabilitas finasial di EZ dengan menyediakan asistensi keuangan bagi negara EZ yang memiliki masalah. EFSF dapat menerbitkan obligasi atau instrumen utang lainnya dengan dukungan GE Debt Management Office untuk menggalang dana pinjaman bagi EZ member yang memiliki masalah finansial, rekapitalisasi perbankan atau membeli sovereign debt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;EZ Member&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anggota EZ member terdiri dari 17 negara yaitu Austria, Belgia, Cypruss, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Ireland, Italy, Luxembourg, Malta, Netherlands, Portugal, Slovakia, Slovenia, &amp; Spain.  Saat ini, negara EZ yang bermasalah dalam kesehatan fiskalnya  adalah PIGS (Portugal, Ireland, Greece &amp; Spain). Karenanya Greece &amp; Ireland telah memperoleh dana talangan untuk mengatasi problem utang &amp; defisit anggaran. Portugal menjadi negara berikutnya yang mendapatkan bantuan dari lembaga internasional (EU &amp; IMF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;EZ Sovereign Debt Crisis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Krisis utang EZ terkuak di awal tahun 2010 lalu ketika Yunani menyatakan bahwa negara tersebut mengalami utang negara  yang ternyata besarnya 126.8% dari GDP 2009 dan menderita defisit 15.4% dari GDP 2009. Padahal kebijakan fiskal yang sehat untuk suatu negara mensyaratkan besarnya utang maksimal 60% dari GDP dengan defisit maksimal sebesar 3% dari GDP. Masalah ini ternyata tidak hanya diderita oleh Yunani, tetapi juga oleh anggota EZ lainnya seperti Portugal, Irlandia &amp; Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GDP (Gross Domestic Product)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;GDP atau Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang &amp; jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional serta mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GDP QoQ AS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi AS dalam kondisi normal berada pada kisaran 2.5 - 3%. Pertumbuhan ekonomi ini banyak disupport oleh local consumption masyarakat AS sehingga jika angka pengangguran relatif tinggi seperti saat ini, maka pertumbuhan ekonomi terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GE Gfk Consumer Climate&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan data ekonomi negara Jerman yang menunjukkan level tertentu berdasarkan survei konsumen. Survei ini menyangkut sekitar 2.000 konsumen, dimana responden diminta menilai level relatif kondisi ekonomi sebelumnya dengan kondisi yang akan datang, termasuk situasi finansial pribadi, iklim pembelian utama, &amp; keseluruhan situasi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin besar angka actual data GE Gfk Consumer Climate dibandingkan prediksi, maka semakin baik dan positif untuk mata uang. Data ini rilis setiap bulan, di skitar akhir bulan. Rilis berikutnya pada 27 Juli 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hard Currency&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adalah mata uang dari negara-negara industri maju  atau negara yang kondisi politik &amp; ekonominya stabil. Mata uangnya dapat digunakan &amp; diterima di seluruh dunia sebagai sarana pembayaran barang &amp; jasa. Pada umumnya pergerakan nilai tukar hard currency relatif stabil &amp; dikenal sangat likuid di pasar forex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hold rate BOJ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;BOJ secara resmi mengadopsi zero rate policy sejak 13 Oktober 1999. BOJ Rate sengaja ditetapkan mendekati level 0% sebagai refleksi dari kebijakan ini.  Rendahnya inflasi bahkan seringnya deflasi menghampiri Jepang menjadi salah satu sebab penerapan kebijakan ini. Dan sebagai bank sentral, BOJ juga menganut inflation targeting  dalam kebijakan moneternya. BOJ Rate di level 0.1% telah diterapkan sejak 19 Desember 2008 lalu. Untuk saat ini, level inflasi yang dipatok BOJ adalah sebesar 0%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IHSG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dikenal juga sebagai Jakarta Composite Index (JCI). Sejak diperkenalkan pada tanggal 1 April 1983, perhitungan IHSG mengunakan  data 10 Agustus 1982 sebagai Nilai Dasar 100. Saham yang tercatat pada saat itu berjumlah 13 saham. IHSG telah menembus level 4.000-an dan merupakan rekor penutupan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Inflasi Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Sedangkan di negara lain, angka inflasi bersumber dari CPI (Consumer Price Index) dari sisi permintaan &amp; PPI (Producer Price Index) dari sisi penawaran. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JP Constitution Day&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hari Konstitusi Jepang diperingati setiap tanggal 3 Mei dalam memori dari ratifikasi konstitusi baru, yang mulai diberlakukan pada akhir Perang Dunia II tahun 1947. Hari Konstitusi ini merupakan bagian dari Golden Week perayaan di Jepang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Junk Bond&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adalah obligasi yang memiliki rating BB atau lebih rendah yang mencerminkan tingginya risiko default. Dikenal juga sebagai high yield bond karena umumnya menawarkan imbal hasil tinggi. Atau juga dikenal sebagai speculative bond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lelang Surat Utang Utang Negara (SUN)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan lelang Surat Utang Negara yang ditujukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN. Penjualan SUN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitive (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Peserta lelang dapat mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan non-kompetitif.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta lelang SUN terdiri dari Dealer Utama, BI, &amp; LPS. Dealer Utama terdiri dari 13 bank &amp; perusahaan sekuritas, dimana BNI menjadi salah satu Dealer Utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MPC Meeting Minutes&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan pertemuan penting yang membahas tentang pemungutan suara &amp; keputusan tingkat bunga Bank Sentral Inggris. Dalam pertemuan ini juga membicarakan fasilitas pembelian aset. Semakin tinggi dukungan atas harapan yang diinginkan pasar, maka semakin baik efeknya bagi mata uang. Dirilis setiap bulan dan biasanya berlangsung setiap 13 hari setelah pengumuman tingkat bunga UK diumumkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Non Farm Payroll (NFP)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;NFP adalah data mengenai perubahan jumlah pekerja di luar sektor pertanian yang dibandingkan dengan data sebelumnya. Merupakan data tenaga kerja penting bagi AS selain data Unemployment &amp; Initial Jobless Claims. Penciptaan lapangan kerja merupakan memiliki urgensi tinggi bagi perekonomian Amerika, karena akan mendorong daya beli masyarakan yang memicu pertumbuhan ekonomi domestik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oil Price&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Kenaikan harga minyak dunia menjadi indikasi penting untuk mengetahui minat pelaku pasar dalam memburu risiko/risk appetite. Naiknya harga minyak dunia karena faktor meningkatnya permintaan, menunjukkan bahwa terjadi optimisme dalam pertumbuhan ekonomi global. Oleh karenanya, akan berpengaruh bagi pergerakan mata uang yang tergolong high yield currency seperti euro, sterling maupun rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Overnight Call Rate&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Adalah salah satu indikator terpenting dalam penilaian mata uang. Sementara indikator lainnya sering dilihat trader hanya untuk memprediksi bagaimana harga di masa depan akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;QE BOE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti bank sentral lainnya di dunia, Bank of England (BOE) juga menerapkan kebijakan quantitative easing dengan membeli gilt atau obligasi negara UK. Jumlah yang telah disepakati sebesar GBP 200 miliar namun potensi akan ditingkatkan menjadi GBP 250 milliar seiring masih perlunya stimulus untuk mensupport ekonomi UK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Quantitative Easing (QE) 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;QE2 merupakan kebijakan The Fed dalam rangka menstimulasi ekonomi US yang sempat mengalami resesi di tahun 2007-2008. Dengan dana senilai US$ 600 milliar, digunakan The Fed untuk membeli long term US Treasury sehingga akan menekan yied US Treasury dan obligasi lainnya sehingga akan mensupport investasi &amp; menopang konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rapat Dewan Gubernur (RDG BI)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;RDG merupakan media BI dalam proses pengambilan keputusan untuk penetapan atas respon kebijakan moneter. Dalam RDG dilakukan asesmen menyeluruh terhadap perkembangan kondisi makro ekonomi dan kebijakan terkini serta proyeksi ekonomi ke depan termasuk inflasi. Sebelumnya, RDG diselenggrakan pada minggu pertama setiap bulannya. Namun sejak April 2011, pelaksanaan RDG dilakukan pada minggu kedua. Alasan penyesuaian jadwal RDG dimaksudkan agar perumusan kebijakan dapat mempertimbangkan seluruh informasi yang relevan baik menyangkut perkembangan perekonomian, perbankan, &amp; pasar keuangan domestik maupun global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Risk Aversion&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan tindakan investor menjauhi aset berisiko tinggi serta memilih investasi yang jauh lebih aman. Contoh aset berisiko tinggi : saham, yang dinilai high risk high retun. Sedangkan contoh investasi lebih aman, yaitu obligasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Safe haven currency&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan mata uang yang dianggap aman untuk dimiliki pelaku pasar pada saat kondisi pasar dipenuhi ketidakpastian.  Mata uang yang menjadi safe haven currency saat ini adalah USD, Swiss Franc (CHF) &amp; Yen. Selain mata uang, instrumen safe haven lainnya yang populer adalah emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Safe haven/safe harbour&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Istilah dalam forex market yang digunakan untuk menjelaskan perpindahan portofolio menuju investasi yang dianggap aman ketika kondisi di pasar dipenuhi ketidakpastian. Dalam hal ini,  instrumen yang menjadi tujuan umumnya memiliki karkateristik berisiko paling rendah &amp; memiliki imbal hasil rendah pula. Dollar menjadi tujuan safe haven/safe harbour saat ini karena kebijakan The Fed menetapkan Fed Fund Rate di level 0 - 0.25 bps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selective Default&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut kriteria S&amp;P, suatu negara akan mendapat rating selective default (SD) jika tidak dapat membayar satu atau semua kewajiban finansial pada saat jatuh tempo. Dalam sejarah, Indonesia pernah mendapat SD dua kali dari S&amp;P yaitu tahun 2001 &amp; 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sovereign Upgrade&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Indonesia menantikan kenaikan peringkat obligasi negara dari lembaga pemeringkat internasional, agar memiliki peringkat investment grade/layak investasi. Baik dari Moody’s, S&amp; P dan Fitch serta Rating &amp; Information Inc., peringkat Indonesia tinggal selangkah lagi meraih investement grade. Sedangkan menurut Japan Credit Rating Agency, obligasi Indonesia sudah layak dijadikan sasaran investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Stagflasi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Stagflasi adalah kondisi di mana laju inflasi sangat tinggi sementara pertumbuhan ekonomi tertekan. Padahal biasanya inflasi yang tinggi akan membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Kondisi ini dialami oleh UK. Inflasi UK tinggi terimbas naiknya harga pangan &amp; komoditas global. Sedangkan pertumbuhan ekonominya terhambat karena pemerintah UK sedang mencanangkan pengetatan anggaran untuk mengurangi defisit negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS pernah juga mengalami stagflasi di tahun 2008. Pada saat itu inflasi tinggi karena harga minyak dunia mencapi level tertinggi (di atas US$ 147/barrel) sementara AS mengalami resesi karena dampak subprime mortgage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tankan Manufacturing Index&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Adalah salah satu data penting sektor ekonomi bagi Jepang, yang menunjukkan tingkat difusi berdasarkan pada produsen besar yang disurvei (sekitar 1.200 produsen).  Survei tersebut berkaitan erat dengan penilaian para produsen besar mengenai level relatif kondisi bisnis secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data ini termasuk indikator utama kesehatan ekonomi, dimana bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan perubahan-perubahan terkait sentimen yang dapat menjadi sinyal awal aktivitas ekonomi yang akan datang, seperti pembelanjaan, penyewaan, dan investasi. Rilis berikutnya pada 30 September 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UK Nationwide HPI&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Adalah data terkait perubahan harga jual rumah di Inggris dengan hipotek yang didukung oleh Nationwide. Efeknya cukup signifikan meski bervariasi dari bulan ke bulan. Merupakan indikator awal kesehatan industri perumahan Inggris, dimana kenaikan harga rumah menarik minat investr &amp; mendorong aktivitas bisnis. Semakin besar nilai aktual dibandingkan dengan perkiraan, maka dampaknya akan semakin bagus untuk pergerakan mata uang. Data ini rilis rutin setiap bulan.     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-1869342946985834231?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/1869342946985834231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=1869342946985834231&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1869342946985834231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1869342946985834231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2011/07/istilah-ekonomi.html' title='Istilah Ekonomi'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-3397221045992072723</id><published>2010-02-12T13:49:00.003+07:00</published><updated>2011-07-04T14:23:42.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Tiga Pangestu</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Saya punya cerita yang tak bakalan menarik untuk ditampilkan di media profesional manapun, waktu menelusuri aliran dana Bank Century ke Asuransi Jaya Proteksi. Singkat kata, nama belakang Direktur Utama perusahaan ini sama dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu dan Pengusaha Prajogo Pangestu. Nama si Dirut adalah Sujaya Dinata Pangestu. Nah lho..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, di sela-sela wawancara Kamis sore (11/02) sekitar pukul 17.00 WIB di kantor pusat AJP di Mangga Dua, saya mencoba memuaskan rasa ingin tahu tersebut. “Maaf pak, pertanyaan ini mungkin nggak nyambung. Tapi saya penasaran, apa bapak punya hubungan darah sama Mendag,” tanya saya. Pertanyaan ini saya ajukan, lantaran kasus aliran dana ini bakal jadi lebih menarik jika ternyata memang ditemukan hubungan darah di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujaya atau yang akrab disapa Jaya kontan tersenyum. “Memangnya Mari Pangestu juga punya hubungan saudara sama Prajogo Pangestu? Kan tidak,” tukasnya sambil terus senyum-senyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jaya, kesamaan nama belakang itu lantaran ia memang semarga dengan bu menteri dan Prajogo. Sebelum reformasi, kisahnya, warga keturunan dilarang untuk memakai nama Tiong Hoa. Aturan ini memang diikuti sebagian besar warga keturunan. Namun, biar identitas aslinya tak hilang, maka dicari akal agar marga mereka tetap ada dalam namanya. “Yang marganya Pang kayak saya dan Bu Mari, pake nama Pangestu. Pang ditambah estu,” terang Jaya yang ditemani dua anak buahnya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, yang marganya Lie, pake nama Willie, itu kayak Pak Willie,” kata Jaya sambil menunjuk kearah salah seorang anak buahnya yang duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Willie yang namanya disebut, serta-merta memeriksa kartu nama saya. “Kalo bapak, punya hubungan apa sama Dedi Gumilar yang pelawak itu?” balas Willie sambil tersenyum lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika saya tertawa terbahak-bahak, begitu teringat, kalo nama belakang saya yang sama dengan Dedi Gumilar dan Agum Gumilar. Namun tawa saya langsung berhenti, begitu insyaf kalau orangtua saya memberikan nama sesuai asal-usul suku tanpa tekanan siapapun apalagi penguasa. Tapi tiga Pangestu tadi, meski lebih kaya dan terkenal mendapat perlakuan diskriminatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-3397221045992072723?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/3397221045992072723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=3397221045992072723&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/3397221045992072723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/3397221045992072723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2010/02/tiga-pangestu.html' title='Tiga Pangestu'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-1172792942231607789</id><published>2009-10-21T16:09:00.005+07:00</published><updated>2009-10-21T16:44:29.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Pergi Adalah Satu-Satunya Jalan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Jalanlah, uang bertebaran di luar sana!"&lt;br /&gt;begitu katanya. entah serius, entah bercanda. Yang jelas, sepulang liputan soal rokok dari Pasar Minggu tadi siang lebih dari sekali ucapan itu keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan muka baru di DPR yang tak punya pengalaman sebagai legislator jadi peluang buat sumber pendapatan tambahan. Asal mau pasang muka babi, lantas seradak-seruduk cari orang yang mau diekspos buat naekin popularitas dengan imbalan uang. Permanen untuk lima tahun ke depan, bagus. Sekali-sekali pun tak apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo caranya begitu, lebih baik gw nggak punya duit!"&lt;br /&gt;Begitu jawabku penuh emosi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini sepertinya terluka. Rasanya mirip dengan ketika mantan pacarku yang kedua bilang kalau dia selingkuh dari pacarnya di kampung saat memutuskan berhubungan denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miskin tak membuat harga diri boleh diobral.  &lt;br /&gt;Kantor ini makin terasa pengap, dan aku harus segera pergi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-1172792942231607789?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/1172792942231607789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=1172792942231607789&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1172792942231607789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1172792942231607789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2009/10/pergi-adalah-satu-satunya-jalan.html' title='Pergi Adalah Satu-Satunya Jalan'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-328370205588301542</id><published>2009-09-30T19:08:00.006+07:00</published><updated>2009-09-30T19:22:11.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Orang Miskin Susah Menikah (!)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;"Saya cuma perlu buku nikahnya saja, nggak butuh resepsinya."&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari terakhir ini, kalimat itu sering banget melintas di pikiran. Terutama setelah orangtua gw ketemu sama orangtua calon bini hari minggu lalu. Tapi kalo sampe ucapan itu keluar, gw yakin bakal banyak yang nggak bias nerima. Sementara gw sendiri nggak punya keinginan dan kemampuan untuk mengikuti keinginan banyak orang. Gw nggak tau gimana ujung dari semua ini karena semua pilihan jadi terasa sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal, gw dan calon istri emang udah sepakat buat menikah dengan sederhana. Sederhana dalam arti yang sesungguhnya. Akad nikah cukup di rumah, abis itu makan bareng sama kedua keluarga besar. Udah, gitu aja. Atau akad nikah di KUA, terus ke panti asuhan bagi-bagi nasi bungkus. Simple, bermanfaat, dan tujuan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua ingin pernikahan ini nggak memberatkan siapapun. Jauh-jauh hari gw udah bilang ke orangtua, mereka nggak usah repot-repot nyiapin duit kecuali buat ongkos dateng pas hari H. orangtua gw setuju aja, mereka bilang yang penting pihak keluarga sebelah nggak keberatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw meyakini pernikahan itu kudus. Makanya nggak usah dinodai dengan kemewahan yang mubazir. Duit puluhan bahkan ratusan juta ilang untuk membayar resepsi pernikahan yang cuma beberapa jam. Selang beberapa waktu, rasa dan nuansanya juga pasti pudar sehingga yang tersisa cuma garis-garis kenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw bukannya nggak mau berbagi kebahagiaan sama banyak orang, tapi gw emang nggak mampu. Gw juga nggak mau minjem duit ke bank. Nggak kebayang musti bayar cicilan bertahun-tahun cuma buat jadi raja sehari! Lagian kalau punya duit segitu, mending buat bayar uang muka rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya gw emang nggak punya duit berjuta-juta. Duit di rekening gw saat ini hanya cukup buat biaya hidup sebulan ke depan. Sejak lebih dari dua tahun lalu kerja jadi wartawan di Jakarta, penghasilan gw emang pas-pasan. Dulu sempet jualan pulsa buat nyari tambahan. Tapi karena capek diutangin, udah setaun ini brenti. Praktis andalan utama dan satu-satunya emang cuma gaji. Gw sok idealis (atau terlalu bodoh?), nggak mau maen proyek kayak temen-temen lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw punya tabungan yang baru bisa diambil Maret tahun depan. Nilainya cuma 6 juta. Itupun sebetulnya bukan duit gw sendiri, tapi simpanan kami berdua yang memang disiapkan buat biaya nikah. Rencana semula, kami memang baru menikah setelah duit itu terkumpul. Tapi karena udah nggak kuat nanggung dosa, plus ada pertimbangan jaga jarak waktu sama calon kakak ipar yang kebetulan belum menikah, jadinya dimajuin ke Januari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini artinya, gw sama sekali nggak punya duit buat nikah bulan Januari! Untungnya calon bini gw punya simpanan sendiri meski nilainya nggak sampai 6 juta. Kasarnya gw pinjem dulu duit dia, nanti bulan Maret diganti. Kebetulan dia udah kerja. Dan kebetulan lagi, penghasilannya lebih gede dari gw, jadi lebih bisa nabung.  :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sekarang duit segini nggak ada artinya. Tapi dengan konsep pernikahan super sederhana yang sudah kami rencanakan berdua, Insya Allah cukup. Sejuta buat ngurus perijinan sama ongkos penghulu, dan sisanya buat makan rame-rame sekeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya lagi, calon bini gw nggak minta mas kawin macem-macem. Dia hanya minta duit pecahan terkecil yang gw punya. Cuma karena kakak perempuannya belum menikah, sesuai permintaan yang bersangkutan gw musti ngasih cincin sebagai syarat pelangkah. Soal pelangkah ini sama sekali baru dalam hidup gw. Dulu abang gw yang paling tua dilangkahin sama abang gw yang nomer dua. Tapi mungkin karena laki-laki, jadi nggak pake yang begituan. Gw sendiri nggak paham dengan kepercayaan ini. Tapi nggak apa-apalah daripada ribut. Udah bagus dia nggak minta mobil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan prediksi gw dari awal, begitu rencana pernikahan ini dibicarakan dengan keluarga, semuanya jadi berubah. Bibit-bibit kekacauan mulai tumbuh di kiri-kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah darimana asalnya, muncul keinginan buat ngegelar akad nikah di masjid deket kantor pemda Tangerang. Masjid ini nggak terlalu jauh dari rumah calon mertua gw, mungkin sekitar 2 kiloan. Tapi tetep aja ini berarti ongkos tambahan! Biarpun nggak ada aturan tarif, tapi tetep musti bayar infaq buat pengurus mesjid. Tambah lagi, ongkos penghulunya juga jadi bengkak. Gw belum nyari tau langsung, sih. Cuma kata temen gw yang udah pengalaman nikah, besar-kecil upah penghulu tergantung tempat acaranya. Kalo di gedung ongkosnya sekitar 1 juta, di masjid sekitar 500 ribu, sementara kalo di rumah cuman 300 ribu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, calon mertua gw pengen ngundang temen-temennya. Katanya sih pengen sekalian silaturahmi, udah lama nggak pada ngumpul bareng. Busyet, mo pada reunian kok malah gw yang direpotin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada keinginan ngundang temen kerja. Kalo gw sih santai, temen kantor udah pada tau kondisi gw. Paling gw bikin pengumuman di milis kantor, jadi nggak perlu bikin kartu undangan. Yang kemungkinan besar dateng juga bisa diitung pake jari. Lantas gimana dengan temen kerja calon bini gw? Gelap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat nampung hadirin yang sebagian besar pasti nggak gw kenal itu, perlu sewa tenda dan kursi. karena rumah calon mertua emang nggak bakal cukup nampung orang segitu banyak. Sekalian saja, biasanya tenda dan kursi itu sudah sepaket sama peralatan makan!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, muncul ide buat ngasih souvenir buat para tamu. Alamak, boro-boro souvenir, kasur buat malem pertama aja gw nggak punya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw yakin, hari-hari ke depan akan bermunculan keinginan-keinginan baru. Soal pakaian dan rias pengantin lah, tentang seragam keluarga, masalah dokumentasi, dan berbagai persoalan baru yang sepertinya hanya bisa diselesaikan dengan duit. Pernikahan gw masih 4 bulan lagi, tapi pusingnya udah terasa saat ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-328370205588301542?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/328370205588301542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=328370205588301542&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/328370205588301542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/328370205588301542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2009/09/orang-miskin-susah-menikah.html' title='Orang Miskin Susah Menikah (!)'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-8946177546406495482</id><published>2009-09-30T00:21:00.003+07:00</published><updated>2009-09-30T00:38:19.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Mulai Lagi</title><content type='html'>Duh, ini blog sudah ditelantarkan lebih dari setahun. Saking lamanya, sampe lupa gimana caranya posting dan ngatur tulisan. Padahal itu, kan basic banget! Musti ngoprak-ngoprek lagi kayak waktu dulu baru mulai nyoba ngeblog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini akibat miara males nulis di luar kepentingan kerjaan! Ndak boleh terus dibiarkan! Mulai besok, gw musti nyempet-nyempetin ngelongok blog ini. di sela-sela kesibukan gw ngelamun, musti ada waktu buat sekadar log in biarpun cuma sekian menit!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-8946177546406495482?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/8946177546406495482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=8946177546406495482&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/8946177546406495482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/8946177546406495482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2009/09/mulai-lagi.html' title='Mulai Lagi'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-1995860990846106601</id><published>2008-07-21T18:52:00.002+07:00</published><updated>2008-07-21T20:57:19.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature??'/><title type='text'>Exxon Terlibat Pelanggaran HAM</title><content type='html'>21 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mahkamah Agung Amerika Serikat menyatakan Exxon Mobil melanggar HAM berat di Aceh. Gergasi minyak dan gas ini terlibat pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan yang melindungi operasi perusahaan ini di Aceh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini berawal dari seringnya terjadi aksi kekerasan terhadap warga di sekitar kompleks Exxon Mobil di Lhokseumawe NAD pada masa pelaksanaan Daerah Operasi Militer di Aceh. Beberapa aktivis SIRA termasuk Faisal Ridha yang kala itu menjabat sebagai Anggota Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) berkumpul dan berdiskusi untuk membicarakan keterkaitan Exxon Mobil dengan peristiwa-peristiwa kekerasan tersebut. “Seringkali terjadi kasus penyiksaan, pembunuhan, penculikan, dan pemerkosaan yang dilakukan aparat keamanan Indonesia yang menjaga ladang gas Exxon Mobil,” kata Faisal yang kini menjabat sebagai asisten gubernur NAD.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas diskusi dan pengumpulan data ini dilakukan secara sangat rahasia dengan alasan keamanan. “Exxon adalah korporasi besar dan mereka bisa membayar militer Indonesia kala itu untuk melakukan apapun terhadap orang yang dianggap bertentangan,” jelas Ketua Departemen Hubungan Internasional di DPP Partai SIRA Helmy Nugraha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh kasus pelanggaran HAM itu terjadi pada bulan Januari 2001. Pada suatu pagi seorang pedagang sayur melintas di depan Kompleks Exxon Mobil yang dijaga sekelompok tentara. Si pedagang yang dirahasiakan namanya dengan inisial "John Doe I" sedang dalam perjalanan dengan mengendarai sepeda menuju ke pasar untuk berdagang. Entah kenapa tiba-tiba ia dihampiri oleh beberapa prajurit TNI Unit 113 yang  tugas jaga di Exxon Mobil. Tanpa sebab yang jelas, mereka lalu menembak tangannya  dan melemparkan granat ke arahnya, lalu meninggalkan korban dalam keadaan tak bernyawa. “Selama sembilan tahun DOM kamp Rancong dan Pos A 13 yang berada di kawasan Exxon adalah gerbang kematian bagi rakyat Acheh,” kata Helmy yang kala kasus itu meletus belum terlibat dalam kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faisal dan aktivis SIRA lainnya lalu mencoba kemungkinan untuk melakukan gugatan terhadap Exxon. Karena tak mungkin mengajukan gugatan itu di Indonesia, mereka mencoba membawanya ke luar negeri. Isu ini lalu digaungkan ke dunia internasional yang kemudian direspon oleh International Labor Right Fund (ILRF) –sebuah organisasi hak asasi manusia yang bermarkas di Washington DC– dengan mengirimkan pengacara utamanya Terry Collingsworth untuk mengunjungi Aceh guna mengumpulkan bukti-bukti pada bulan Maret 2001. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan tersebut, 11 korban dan ahli waris korban yang diwakili oleh ILRF mengajukan gugatan ke Pengadilan Federal Washington yang memulai sidangnya sejak bulan Mei 2002. Tuduhannya, Exxon Mobil terlibat pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan yang melindungi operasi perusahaan ini di Aceh. “UU yang digunakan adalah Alien Tort Claim Act yang memungkinkan warga asing untuk menggugat perusahaan Amerika Serikat karena pelanggaran HAM,” kata Faisal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Mei 2002 majelis hakim memenangkan gugatan ini. Namun Exxon yang tak terima dengan keputusan tersebut menyatakan banding ke pengadilan tinggi Washington. Bulan Juni 2006 keluar keputusan dari pengadilan tinggi yang menyatakan Exxon tetap bersalah. Tak puas, Exxon maju ke tingkat Mahkamah Washington. Hasilnya, pada 15 Juni 2008 lalu Mahkamah Washington menguatkan keputusan pengadilan di tingkat sebelumnya. Raksasa migas itu dinyatakan terbukti terlibat dalam pelanggaran HAM Berat di Aceh. Namun hingga proses peradilan rupanya belum juga tuntas. Pasalnya hakim mahkamah belum memutuskan jumlah kompensasi yang mereka bayar kepada korban atau keluarga korban. “Majelis Hakim Agung Washington masih menghitung nilai yang harus dibayarkan Exxon Mobil kepada 11 Penggugat,” terang Helmy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah memang bagi majelis hakim untuk memutuskan kompensasi yang diberikan kepada para penggugat. Pasalnya jumlah kompensasi itu diperkirakan mencapai miliaran dollar. “Berdasarkan informasi yang saya terima dari tim pengacara, ada kasus sejenis yang baru selesai belasan tahun,” kata Faisal. Meski begitu ia optimis mahkamah agung dapat memutuskan masalah ini secara adil mengingat track record hakim Amerika pada pengadilan terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini identitas ke 11 penggugat ini sengaja dirahasiakan dengan alasan keamanan. Serupa dengan kasus gugatan korban HAM lainnya, korban HAM umumnya adalah pihak yang memang lemah dan rentan untuk terkena intimidasi atau upaya negatif dalam usaha menghentikan kasus oleh pihak tergugat. “Nama mereka harus dirahasiakan, data mereka disembunyikan. Yang boleh mengetahui, hanya pengacara penggugat dan pengadilan,” kata Helmy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat gugatan, mereka menggunakan inisial John Joe dan Jane Joe. Di Amerika Serikat, seseorang yang tidak dikenal identitasnya disebut dengan nama John Doe. Dan bila seseorang yang tidak dikenal identitasnya itu adalah seorang wanita maka disebut sebagai Jane Doe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, upaya menggalang dukungan atas kasus ini di luar forum pengadilan juga dilakukan oleh kalangan pergerakan Aceh di luar negeri. Konsulat SIRA Amerika Serikat yang diketuai Munawar Liza Zein –sekarang Walikota Sabang– pada tahun 2004 sempat mengadakan seminar yang memaparkan fakta mengenai keterlibatan Exxon, kepada para pemegang Saham Exxon di Texas. Dalam forum itu kata Helmy, para pemegang saham tersebut menyatakan tidak sepakat dengan tindakan Exxon dan mendukung upaya-upaya penghentian suply Exxon kepada TNI. Namun tak jelas juga apakah ini ditelurkan dalam kebijakan perusahaan atau tidak. “Lebih lanjut silahkan konfirmasi ke Exxon apakah itu dibicarakan dalam rapat pemegang saham atau tidak,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas putusan MA AS ini, Communication Manager Exxon Mobil Deva Rachman, mengaku sangat prihatin. Menurutnya, karena dalam hal keamanan di sekitar pabrik sebenarnya bukan tanggung-jawab Exxon. “Tapi tentu saja kami ingin menegaskan  dalam hal operasional Exxon Mobil sangat menjunjung tinggi HAM. Ini berlaku baik untuk internal karyawan kami maupun masyarakat sekitar,” tutur Deva. Sayangnya ia tak mau berkomentar lebih jauh dengan alasan kasus tersebut ditangani Exxon pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Inspirasi Bagi Perjuangan HAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Exxon ini tak lain karena memberikan jatah pengamanan proyek kepada TNI. Ini tak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga terjadi di daerah lain seperti Papua dan Kalimantan. Berdasarkan data dari Kontras Aceh Exxon memberikan subsidi kepada 17 pos kesatuan aparat. Exxon mengeluarkan Rp 5 milyar untuk dana keamanan, termasuk uang saku Rp 40 ribu per prajurit per hari, transportasi, penyediaan kantor, pos, barak, radio, telepon, dan mess. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga ini juga menyatakan Exxon membeli "kendaraan Militer" sebanyak 16 unit mobil anti peluru, jenis Jeep, Chevrolet Suburbn, Toyota Land Cruiser, Land Rover, Defender Gearbox dan mercedez yang harganya berkisar Rp. 1 Miliar hingga Rp. 3 Miliar/unit untuk keperluan militer. “Data-data ini diajukan sebagai alat bukti oleh pengacara penggugat di pengadilan,” kata Helmy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur International Forum For Acheh Robert Jeresky dalam laporannya tertanggal 25 Juni 2001, menyebut kekerasan makin menggila setelah Exxon Mobil menekan pemerintah melahirkan Inpres No.IV/2001 dan menyebut GAM sebagai gerakan separatis. “Semoga kemenangan ini dapat menjadi inspirasi bagi perjuangan penegakan HAM di tingkat nasional,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dalam versi yang berbeda, tulisan ini diterbitkan di Majalah TRUST Edisi 39 Th. VI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-1995860990846106601?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/1995860990846106601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=1995860990846106601&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1995860990846106601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1995860990846106601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2008/07/exxon-terlibat-pelanggaran-ham.html' title='Exxon Terlibat Pelanggaran HAM'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-1595256280923611906</id><published>2008-05-27T22:07:00.001+07:00</published><updated>2008-07-21T20:43:04.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Otak Udang</title><content type='html'>BBM naik? Gw g peduli! G punya mobil ini, g perlu repot2 mikirin beli bensin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga sembako mahal? Bodo amat! Kalo g punya duit, ya makan telek aja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ongkos transport ngelunjak? Emang gw pikirin! Duduk manis aja di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin makin banyak? Ke laut aja rame2! Tapi gw ikut ya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-1595256280923611906?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/1595256280923611906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=1595256280923611906&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1595256280923611906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1595256280923611906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2008/05/otak-udang.html' title='Otak Udang'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-1111487523696436201</id><published>2007-11-15T22:02:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:14:47.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Mimpi Yang Mewujud</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Kalo terus dipelihara, suatu saat mimpi yang kita punya pasti akan mewujud.&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hehe.. Gw udah membuktikan pernyataan itu. Beberapa mimpi (atau bisa juga disebut keinginan) yg gw miliki pada akhirnya kewujud juga. Meski harus menunggu belasan tahun. Salah satunya ya seperti di bawah ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang tinggal di atau pernah ke Bandung, mungkin tau yang namanya Taman Lalu-Lintas. Tempatnya g jauh dari SMA 5. tepatnya sih di depan Kantor Paguyuban Pasundan (Kalo g tau tanya tukang becak aja, hehe..). Satu petunjuk lagi, kalo malem, tempat ini dijadikan tempat mangkal banci (wah, kalo ini kayaknya banyak yang tau nih!). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu gw berumur 5 tahun (sekarang umur gw 24), gw diajak ke Bandung sama mamah. Dah lupa tuh ngapain waktu itu kesana. Yang pasti, gw berangkatnya dari rumah nenek di Cianjur. Kesananya nggak bedua, tapi sama alm. Bi Ayi dan Iyus anaknya (kalo g salah Bi Deuis ikut juga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, singkat cerita kami mampir di Taman Lalu-Lintas. Alm. Bi Ayi, Iyus, dan Bi Deuis masuk ke dalam. Sementara gw g mau. Jadinya gw bedua sama mamah nunggu di luar. Entah kenapa dari dulu sampe sekarang gw orangnya g pedean. Gw g pede kalo lagi berada di tengah orang-orang yang g gw kenal (Aneh, kok sekarang gw bisa jadi wartawan ya??). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, di dalam taman emang lagi banyak orang. Ada anak-anak yang lagi main perosotan, jungkat-jungkit, dan beragam wahana permainan anak yg entah apa namanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba gw ngeliat kereta api yang lagi jalan. Wush...&lt;br /&gt;Kereta api itu berjalan layaknya kereta milik PT KAI. Bedanya, selain ukurannya yang lebih kecil, gerbongnya hanya memiliki dua kursi berukuran sedang yang letaknya saling berhadapan (kayak kursi belakang limousine di film2 yg gw tonton). Dua kursi itu paling bisa memuat empat penumpang.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw langsung kepengen naek tu kereta. Maklum, gw belum pernah naek kereta api. Ngeliat banyak anak-anak yang bersorak-sorai diatasnya gw juga jadi kepengen ngerasain kegembiraan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedihnya, mamah g mau gw ajak masuk. Dia bilang, udah sore nanti malah kemaleman sampe Cianjur. Gw terus merengek sambil sesenggukan. Tak lama, Iyus, Alm. Bi Ayi, dan Bi Deuis keluar dari taman dan menghampiri kami. Tau kalo gw ngrengek pengen naek kereta, salah satu dari kedua bibiku (gw lupa siapa pastinya) bilang kalo Iyus pun g kebagian tempat di kereta yang penuh sesak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai belasan tahun kemudian, pengalaman itu masih membekas di kepala gw. Keinginan buat menaiki kereta itu tetap menyala meski gw bukan anak-anak lagi. Dan karena alasan bukan anak-anak lagi itulah gw ngerasa malu buat kesana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Belasan tahun kemudian (hehehe…)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari (Sabtu, sekitar jam 3an) bokin gw ngajak jalan-jalan. Tapi dia g bilang mau kemana. Dari kampus gw di Lengkong Besar, kami naik angkot Kelapa-Ledeng. Gw kirain dia mo ngajak ke BIP. Eh, dia malah ngajak turun di depan Taman Lalu-Lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena udah sore, di dalam taman hampir nggak ada siapa-siapa. Tapi itu g penting, sebab akhirnya mimpi masa kecil gw kewujud! Gw akhirnya naik kereta itu meski keretanya nggak jalan. Srasa plong banget! Gw duduk bedua ma bokin sambil senyum-senyum sendiri, teringat kenangan masa lalu. Terbayang puluhan anak kecil yang berdesak-desakan di atas gerbong kereta, dan disitu gw ikut bersorak bareng mereka..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-1111487523696436201?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/1111487523696436201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=1111487523696436201&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1111487523696436201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1111487523696436201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/11/mimpi-yang-mewujud.html' title='Mimpi Yang Mewujud'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-3232873611140901886</id><published>2007-11-12T21:25:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T20:42:47.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature??'/><title type='text'>Melek Blog Sejak Dini</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jazz is my soul. You know what? I think, Jazz music is a very refreshing and calm music. You hear all the words in jazz music and sing when you hear the song. You will know the text by heart when you repeat the song.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WOMHQHkHI/AAAAAAAAAHw/tSfEMlyhMBE/s1600-h/DSC_4976b.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WOMHQHkHI/AAAAAAAAAHw/tSfEMlyhMBE/s320/DSC_4976b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135667288842145906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kutipan diatas diambil dari &lt;a href="http://sarasonline.com/"&gt;http://sarasonline.com/&lt;/a&gt;. Tulisan lengkapnya bercerita tentang si pemilik blog yang gagal menonton konser Maliq and d’essensial kala pagelaran JakJazz setahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik blog ini adalah murid kelas 6 SD Madania, Bogor bernama Saraswati Kartika Malta atau yang kerap disapa Saras. Perkenalannya dengan dunia blogging diawali kebiasaannya menulis pengalaman-pengalamannya di buku diary. Begitu halaman kosong di buku itu habis, Saras harus menggantinya dengan buku yang baru. Kenyataan ini menjadi pahit tatkala catatan-catatan pribadinya ini raib. “Bukunya sering ilang,” kata Saras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya, S. Malela Mahargasarie yang tahu hal ini, memberi saran kepada Saras untuk mengganti media tempat ia menulis. “Aku dikasih tau ayahku, ada buku yang online,” tuturnya. Namun ia tak serta merta mengikuti saran ayahnya. Pasalnya, meski internet sudah dikenal Saras sejak kelas 2 SD. Namun saat itu ia menggunakan internet sebatas memanfaatkan fasilitas email dan browsing di google. Ditambah tak seorangpun di keluarganya yang memiliki jurnal maya semacam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah dua teman ayahnya bersedia mengajarkan ia soal membuat buku online yang lalu dikenalnya dengan nama blog ini. “Pertama kali bikin blog diajarin lewat online sama Om Wicak (Wicaksono) sama Om Puji (S. Pujiono), temen ayahku,” kisahnya. Dari situ, Saras mulai belajar mendesain dan memposting sendiri blognya hingga mahir tanpa perlu bantuan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatnya, memiliki blog tak hanya membuatnya memiliki banyak teman. Tapi juga sebagai tempat bertukar pikiran dan saling berbagi info. “Aku kadang ngasih tau kalo ada acara bagus di TV,” katanya. Sayangnya, “Aku punya banyak banget temen tapi nggak bisa liat,” ucap anak salah satu petinggi Tempo ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib baik berpihak padanya. Saat Pesta Blogger digelar, anak perempuan yang baru berusia 11 tahun ini bisa bertemu langsung dengan teman-temannya. “Aku ketemu sama Om Enda dan Om Wimar Witular sama Ndoro kakung, itu loh yang blognya Pecas ndahe by Ndoro kakung, Om Budi Putra, Om Puji (jalan Sutra),” begitu kata Saras dalam blognya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saras memang baru kelas 6 SD. Tapi jangan dikira, postingan dalam blognya melulu bercerita tentang pengalaman di kelas yang baru, keluhan soal temannya yang nyebelin, cerita tentang keluarganya, atau kisah soal pengalaman liburan. Anak perempuan ini malah rajin menulis resensi, mulai dari buku, film, pertunjukan musik, hingga pertunjukan opera. Tentunya dalam gaya bertutur khas anak-anak. Lihat saja tulisannya soal opera The King Witch yang ia tonton sekitar akhir tahun lalu. “Menurutku, slidenya sama musiknya itu bingungin banget. Masa, waktu kita memperhatikan slidenya, eh… tiba tiba “dung!!!” suara musiknya jadi ngalihin perhatianku. Aku jadi bolak-balik bolak-balik dari musik ke gambar slide.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu anak seperti Saras, tak sekadar berbuah bahan tulisan. Tapi bocah ini menyentil kesadaran, dan seolah berkata, “Om kok kalah sama aku?” &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-3232873611140901886?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/3232873611140901886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=3232873611140901886&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/3232873611140901886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/3232873611140901886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/11/melek-blog-sejak-dini.html' title='Melek Blog Sejak Dini'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WOMHQHkHI/AAAAAAAAAHw/tSfEMlyhMBE/s72-c/DSC_4976b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-2428710916973757860</id><published>2007-11-06T22:30:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Kapan Kita Mati?</title><content type='html'>Kapan kita mati?&lt;br /&gt;Bukankah seharusnya kita sudah mati sejak kemarin&lt;br /&gt;Sebab tak ada lagi jiwa dalam gubuk reot ini&lt;br /&gt;Semua penghuni berpikir tentang dirinya sendiri&lt;br /&gt;Tak peduli lagi dimana harusnya pondasi berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku berdiri terpaku di depan pintu&lt;br /&gt;Memandang laut lepas, &lt;br /&gt;Mengutuk kalian yang membuat gaduh dan membikin roboh gubuk reot ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kantor, Pukul 22.30 WIB &lt;br /&gt;06 Nov 07&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-2428710916973757860?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/2428710916973757860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=2428710916973757860&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/2428710916973757860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/2428710916973757860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/11/kapan-kita-mati.html' title='Kapan Kita Mati?'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-1109148020911111758</id><published>2007-11-02T08:26:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T20:42:47.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature??'/><title type='text'>Wahyu Si Bule</title><content type='html'>29 Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Jika sekadar mengenal namanya, mungkin tak ada yang bakal ngeh jika ia bule dari Negeri Kanguru. Maklum, Wahyu Soeparno Putro bukan nama yang lazim untuk orang dari ras kulit putih. Wahyu Soeparno Putro alias Dale Andrew Collins Smith adalah host Diary Si Bule, salah satu segmen dalam acara Berbagi Cerita di ANTV yang dipandu pasangan artis dangdut, Dewi Persik dan Syaiful Jamil. Penampilannya yang jenaka meski terkadang naif membuatnya cepat dikenal pemirsa televisi di Indonesia.&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dale adalah pria berkebangsaan Australia yang lahir di Skotlandia, 28 Juli 1963 lalu. Pada tahun 1994 Dale diajak temannya untuk bekerja di Indonesia. Sang teman kebetulan adalah pemilik sebuah perusahaan handycraft di Yogyakarta. Ia tidak menampik tawaran itu, meski sama sekali tidak memiliki pengalaman studi dan kerja di bidang bisnis. “Saya tidak lagi punya orangtua di Australia, makanya tidak menolak saat diajak ke Indonesia,” kata Dale yang sudah yatim-piatu sejak berusia 20 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medio 1999, ia memutuskan untuk menjadi mu’alaf. Pengalaman spritualnya ini terbilang cukup unik. Saat bekerja di Jogja, ia diangkat sebagai anak oleh Soeparno, satpam di tempat ia bekerja. Ia lalu tinggal serumah bersama orangtua angkatnya serta kelima saudara barunya. Kebetulan, rumah Soeparno tak jauh dari masjid sehingga setiap azan Subuh menggema, tidurnya selalu “terganggu”. Namun, lama-kelamaan ia menjadi terbiasa dengan suara azan. Malah, mulai banyak bertanya soal Islam. Proses pencarian keimanannya ini berakhir tatkala ia dibaptis menjadi muslim di masjid yang azannya dulu “mengganggu” tidurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah, Dale Andrew Collins Smith berganti nama menjadi Wahyu Soeparno Putro. Nama Wahyu diberikan oleh ayah angkatnya. Sedangkan Soeparno Putro adalah nama yang ia pilih sendiri untuk menghormati sang ayah angkat. "Awalnya mau diganti jadi Muhammad, tapi saya tidak mau karena sebagian besar bule yang masuk Islam bernama Muhammad," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2001, Wahyu dan ke 700 karyawan lain di tempatnya bekerja terpaksa dirumahkan karena perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar. Karena sudah punya cukup banyak koneksi, taklama ia ditawari untuk bekerja di sebuah perusahaan garmen yang berkantor di Jakarta. Tawaran ini pun tak ditampiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal 2006 menjadi tonggak kariernya di dunia hiburan tanah air. Ia mengawalinya sebagai pemeran pembantu di sinetron Toyib Minta Kawin yang diproduksi oleh Multivision Plus. Ia juga pernah bermain di sinetron komedi religi dangdut, Milyarder Geser Pager, yang ditayangkan oleh TPI 4 September tahun lalu. Soal dunia entertainment ternyata bukan hal baru bagi Wahyu. Maklum, ia pernah belajar di Centre for the Performing Arts, Adelaide dan di Victorian College of the Arts, Melbourne Australia. Bahkan ia pernah bekerja sebagai penyiar di sebuah stasiun radio di negeri kanguru ini. &lt;br /&gt;Baginya, Indonesia tak sekadar ladang uang, tapi juga bagian dari dirinya yang tidak terpisahkan. “Saya ingin sekali menjadi warga negara Indonesia, dan baru akan menikah kalau sudah jadi WNI,” ujar bujangan ini. Untuk itu, ia sudah mengurusi soal perpindahan kewarganegaraan ini. “Sekarang sedang dalam proses. Insya Allah Januari 2008 sudah selesai,” terang Wahyu yang telah fasih berbahasa Indonesia ini.&lt;br /&gt;Kecintaannya kepada Indonesia semakin menebal ketika mengasuh acara Diary Si Bule. Pasalnya, ia berkesempatan untuk mengunjungi daerah-daerah di Indonesia dan mengenal keindahan alam, keragaman serta kearifan budaya lokal. “Gila, orang Indonesia sangat ramah dan alamnya indah luar biasa,” ujarnya girang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dituturkan oleh managernya (namanya lupa euy!)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-1109148020911111758?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/1109148020911111758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=1109148020911111758&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1109148020911111758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1109148020911111758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/11/wahyu-si-bule.html' title='Wahyu Si Bule'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-2626845291536774089</id><published>2007-09-27T17:48:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T20:42:47.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature??'/><title type='text'>Pengemis Musiman</title><content type='html'>26 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di bagian dalam Istiqlal –jika masuk lewat pintu nomer 22– di tangga dekat tempat wudhu, Nimanwadi duduk mencangkung di anak tangga kedua dari bawah. Jari-jari tangan kanannya mengusap-usap permukaan beberapa keping uang koin layaknya ibu yang mengelus-elus pantat bayinya. Ia sedang ngrasani angka yang tercetak di koin-koin itu sebab matanya memang tak bisa mendukung otaknya untuk menghitung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WLUHQHkGI/AAAAAAAAAHo/ntUZx0V8crM/s1600-h/100_1177b.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WLUHQHkGI/AAAAAAAAAHo/ntUZx0V8crM/s320/100_1177b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135664127746216034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Sana, duduk disana!” usirnya ketus sambil menunjuk anak tangga lain di atasnya kepada saya yang meminta izin untuk duduk di dekatnya. Setelah dijelaskan, barulah ia mahfum saya hanya ingin ngobrol, bukan hendak merebut periuk nasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa usia lelaki ini. “Waktu pemilu tahun 1977, saya didaftarin (sebagai pemilih –red). Padahal umur saya belum cukup,” katanya memberi petunjuk soal umurnya. Meski begitu, wajah dan kulit tangannya yang keriput bicara lain. Mungkin derita hidup membuatnya jadi cepat tua, layaknya orang berusia 60 atau 70 tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kepalanya tersemat peci hitam yang belum lusuh. Kontras dengan wajahnya yang keriput nan kurus. Di anak tangga ketiga, tas gendong miliknya tergeletak. “Isinya hanya baju sesetel,” jelasnya. Dua hari sekali, ia kembali ke rumahnya di daerah Tangerang untuk menukar pakaian. Setelah sehari berkumpul bersama janda beranak tiga yang dinikahinya Januari lalu, ia kembali ke Istiqlal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lima tahun lalu, ketika penanggalan arab menunjukan bulan Ramadhan ia selalu melakukan “itikab” di masjid Istiqlal. Shalat, mengaji Al Qur’an di malam hari, dan melakukan amalan-amalan lainnya. Bedanya, selesai shalat Dhuhur hingga menjelang Ashar ia kembali duduk di anak tangga itu. Menanti recehan mengalir ke tangannya. “Ini hanya untuk biaya hidup selama disini saja,” katanya berkilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niman tak sepanjang tahun hidup dari belas kasihan orang lain dengan mengemis. Meski dari situ, ia bisa mengantongi sekitar Rp 15 ribu sehari. Profesi sebenarnya adalah tukang pijit, layaknya kebanyakan tunanetra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski asli orang Tangerang, Niman yang kehilangan penglihatan sejak kecil pernah tinggal di Bandung. Saat ia masih berbau kencur, orangtuanya yang pekerja serabutan mengadu nasib ke Bandung dan memboyongnya kesana. Karena tak mampu membiayai hidup Niman, orangtuanya lalu menitipkannya ke sebuah yayasan sosial. Di sinilah Niman belajar memijit selama dua tahun. Keterampilan yang sebenarnya sudah ia miliki saat tinggal selama setahun di sebuah panti sosial di Tangerang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiga tahun di Bandung, ia dan orangtuanya kembali ke Tangerang. Oleh bapaknya, Niman lalu dititipkan di sebuah pesantren di daerah Rawamangun hingga ia menamatkan pendidikan aliyah. Selepas sekolah, Niman mencoba melamar pekerjaan ke berbagai tempat. Namun, tak banyak lowongan buat orang sepertinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, ia mendapat informasi tentang sebuah perpustakaan di Jakarta yang menyediakan koleksi Al Qur’an Braille. Dengan sisa semangatnya yang terakhir, ia menawarkan diri untuk bekerja di tempat itu. “Saya nyoba ngelamar jadi petugas khusus untuk membacakan huruf Braille,” terangnya. Jawaban belum ada lowongan membuat Niman seperti tersadar bahwa satu-satunya pekerjaan yang tersisa buatnya hanyalah menjadi tukang pijit.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu kembali ke Tangerang dan membuka praktik pijat di rumah orangtuanya. Kali ini nasib mujur menyambanginya. Meski jarang dikunjungi pasien, sehari ia bisa mengantungi Rp. 10 ribu. Sekitar tahun 1998, bersama beberapa teman seprofesi Niman membuka panti pijat di sebuah kontrakan di Tangerang. Namun dua tahun kemudian, ia kembali berpraktik di rumahnya. “Kontrakan itu mau dipake sama yang punya. Jadi panti pijatnya bubar,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Ashar, Nimanwadi beranjak dari duduknya. Dengan tertatih-tatih, ia menuju tempat wudhu yang berada tak jauh darinya. Usai menyucikan diri, insting memandunya ke lantai dua untuk shalat berjamaah. Setelah berzikir barang lima menit, ia kembali ke tempatnya semula. Duduk mencangkung menanti receh dari tangan para pemurah yang tak takut diancam pidana kurungan atau denda oleh pemerintah. Menjelang berbuka puasa, Nimanwadi berbaur dengan yang lain menanti makanan gratis.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-2626845291536774089?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/2626845291536774089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=2626845291536774089&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/2626845291536774089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/2626845291536774089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/09/di-bagian-dalam-istiqlal-jika-masuk.html' title='Pengemis Musiman'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WLUHQHkGI/AAAAAAAAAHo/ntUZx0V8crM/s72-c/100_1177b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-4829081562430632462</id><published>2007-09-27T17:44:00.000+07:00</published><updated>2008-01-24T22:38:50.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Nasi Goreng</title><content type='html'>26 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tiga tahun lalu, Udin diboyong Amin, kakaknya ke Jakarta. Alasannya, masa depannya di kampung sebagai buruh tani tidak akan pernah cerah. Rp 7 ribu sehari tidak akan cukup untuk membangun kehidupan yang layak meski hanya di kota kecil, Tegal. Terbayang kesuksesan sang kakak yang mampu meraup Rp 15 ribu sehari di Jakarta, ia meninggalkan orangtua, teman, kampung halaman, dan bau lumpur sawah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Udin tak ingat kapan tepatnya ia pertama kali menginjakan kaki di ibu kota. Yang ia tahu, sejak hari itu, dirinya menjadi asisten sang kakak. Pukul enam pagi, ia belajar berbelanja sayur, telur, dan minyak di pasar. Sore hingga malamnya, ia belajar menghapal pengapnya jalanan, sembari sesekali menarik gerobak. Jika pembeli menyapa, Udin belajar mengiris sawi dan kol serta menakar nasi dan mie. Lalu mengantarkan nasi goreng, mie goreng, atau mie rebus pesanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya yang kurus ceking tak terbiasa bekerja begitu rupa. Maka, begitu sampai di kontrakan sang juragan gerobak, ia menggolekan tubuhnya dilantai beralaskan tikar bersama 24 teman sekampung dan seprofesi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, Udin diperbolehkan berdagang sendiri. Rupanya Amin berhasil meyakinkan si juragan bahwa adiknya telah mampu menyerap keahlian memasak nasi goreng, mie goreng, dan mie rebus. Udin juga mampu berhitung karena sempat bersekolah hingga kelas tiga SD. Soal daya tahan tubuh, meski ceking dirinya terbukti mumpuni mencangkul sawah paska drop out SD hingga menjelang usia 17 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama kali saya dikasih gerobak kecil,” kenangnya. Gerobak kecil yang dimaksud Udin adalah gerobak yang hanya memiliki dua roda sehingga tak terlalu berat jika ditarik. Karena ukurannya ini, dagangannya tak terlalu banyak. “Paling 4,5 kilo semalam,” katanya dengan logat Tegal yang masih kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerobak plus perlengkapan semacam kompor, wajan, gelas, dan piring ia sewa Rp 26 ribu semalam. Duit segini sudah termasuk fasilitas menginap gratis di kontrakan milik sang juragan di kawasan Manggarai. Ditambah harga bahan-bahan lain seperti sayur, telur, dan minyak total semalam ia harus mendapatkan uang lebih dari Rp 100 ribu jika tak ingin buntung alias nombok. “Kalo sepi kayak malam ini, kayaknya ya bakalan nombok,” keluhnya kala saya temui di tempatnya mangkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali Udin mewanti-wanti saya untuk tak menuliskan tempat ia mangkal. “Nanti repot, mas,” katanya. Soal ini, Udin mengaku masih trauma. Di suatu malam sekitar dua bulan yang lalu, gerobak plus barang-barangnya yang lain diangkut paksa oleh petugas Tramtib. Selama tiga hari setelah peristiwa naas itu, ia pontang-panting mencari pinjaman Rp 300 ribu. “Buat nebus gerobak,” jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sekali, ia balik ke kampung menjenguk kedua orangtuanya yang telah renta. Sekalian menyerahkan uang untuk biaya hidup keduanya. Tapi sudah dua bulan ini ia tak mudik. uang tabungannya habis untuk membayar cicilan utang yang kini masih bersisa Rp 50 ribu. “Bulan depan mau dilunasin,” katanya pendek. &lt;br /&gt;Udin bertutur, saat masih kelas satu SD, ia pernah ditanya oleh gurunya, “Apa cita-cita kamu, Din?” Ditanyai seperti itu, ia hanya diam saja. Potret hidup ayahnya yang suram membuatnya takut untuk bermimpi. Ia tak hendak menjadi seperti ayahnya yang pernah jadi sopir truk, satpam, hingga kuli angkut di pelabuhan di pasar. Namun tak berani pula ia untuk bermimpi jadi dokter atau presiden. Maka, setelah berpikir sejenak, ia menjawab pendek, “Mau punya uang banyak, bu guru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi punya uang banyak itulah yang menguatkan Udin untuk terus menarik gerobak. Jadwal kerjanya dari pagi pukul enam hingga lewat tengah malam. Makna istirahat dan refreshing baginya sederhana dan cukup diwakili satu kata. Tidur. Soal yang satu ini, orang kantoran kebanyakan masihlah mendingan. Masuk jam 9 pagi pulang jam 5 sore. Jika lewat maka akan dihitung lembur dan masih punya cukup waktu untuk bercengkrama bersama istri dan anak serta teman. Bekerja tak kurang dari 18 jam sehari, paling banyak take home pay Udin hanya sekitar Rp 15 ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin bukan tak mau punya gerobak sendiri. Ia bisa saja mengumpulkan uang satu juta rupiah untuk membeli gerobak. Namun ini berarti ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar kontrakan. “Lagipula gerobaknya nanti taro dimana?” tanyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki ceking yang wajahnya ditumbuhi jerawat ini, cukup senang dengan keadaannya sekarang. Meski sadar tak bisa jadi orang berduit jika terus seperti ini, minimal ia tak ngrasani kesepian di perantauan. Di Jakarta ini, Udin merasa punya cukup banyak saudara se daerah, baik yang senasib maupun tidak. “Kalo orang Jawa pergi, Jakarta ini sepi, mas. Gubernurnya saja orang Jawa, kok,” tuturnya sembari menyeringai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Jakarta semakin larut. Di atap langit yang cerah, bulan penuh bertengger indah di peraduannya. Seorang pengendara sepeda motor menghampiri kami dan memesan nasi goreng. “Jangan terlalu pedas!” ingat si pembeli. Sambil menyiapkan pesanan, sesekali mata Udin liar mengawasi keadaan. Takut-takut gerombolan Tramtib kembali menggaruknya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-4829081562430632462?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/4829081562430632462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=4829081562430632462&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/4829081562430632462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/4829081562430632462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/09/tiga-tahun-lalu-udin-diboyong-amin.html' title='Nasi Goreng'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-1904236022725099000</id><published>2007-08-20T01:41:00.000+07:00</published><updated>2007-10-30T22:07:18.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu'/><title type='text'>Lagu</title><content type='html'>&lt;object width="300" height="290"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/pl/PBvn9SwldX/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/pl/PBvn9SwldX/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="290" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-1904236022725099000?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/1904236022725099000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=1904236022725099000&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1904236022725099000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/1904236022725099000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/08/lagu_20.html' title='Lagu'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-6229104375730373733</id><published>2007-07-27T02:57:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T20:42:47.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature??'/><title type='text'>Hacker Family</title><content type='html'>24 Juli 2007 (kl g salah inget)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Iwan Sumantri adalah Sarjana Elektro lulusan IKIP Bandung –sekarang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Di bangku kuliah, ia belajar micro processor, micro controller, programming assembler, yang merupakan basic Information Technology (IT). Namun ia mengaku baru mengenal sistem jaringan sejak 1990. Iwan sendiri menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1991.&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WQuHQHkJI/AAAAAAAAAIA/jzpS4faDarg/s1600-h/DSC01542b.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WQuHQHkJI/AAAAAAAAAIA/jzpS4faDarg/s320/DSC01542b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135670071980953746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1994 ia bergabung dengan Bandung One, sebuah komunitas internet radio (salah satu cikal bakal komunitas pengguna internet) yang dikelola Ono W. Purbo. Di Bandung sendiri internet masuk pada tahun 1996. Ketertarikannya di bidang IT khususnya hacking ini lebih kepada tantangan yang ditawarkan. “Saya melihat bidang ini penuh tantangan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1995 ia mulai mengajar mata kuliah yang berhubungan dengan jaringan di beberapa PTS di Bandung. Di tahun yang sama, ia bekerja sampingan sebagai admin (administrator) di Bappeda Jabar, sebagai freelance. Meski bukan karyawan tetap, di instansi pemerintah ini Iwan diserahi tugas membangun infrastruktur jaringan, maintenance jaringan, intranet, dan internet. “Di Jawa Barat domain pertama adalah milik Bappeda yang saya bangun ini,” terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jaringannya sudah terbangun dan berjalan normal, tak banyak lagi pekerjaan baginya. Akhirnya lelaki ini mencoba membuat program-program kecil untuk penetration testing dan assessment security. Bosan karena tak lagi dianggap menantang, Iwan memutuskan untuk keluar pada tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berhenti dari Bappeda, Iwan mendirikan web secure college tahun 2000. Ini adalah sebuah lembaga kursus hacking yang menjadi usaha sampingannya di luar profesinya sebagai dosen. “Bisa jadi ini kursus hacking pertama di Indonesia,” ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masa pendidikan selama enam bulan, peserta kursus yang kebanyakan adalah mahasiswanya diberikan belasan paket keahlian seperti Sun Solaris, linux, dan teknik hacking. Biayanya cukup murah, hanya Rp 1,9 juta per peserta per enam bulan. “Di tempat lain bisa puluhan juta,” ucapnya. Hingga kini, sudah lebih dari 300 orang yang pernah jadi peserta kursusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup hanya berbisnis, Iwan juga membentuk Web secure community yang dideklarasikan pada 3 Juli 2007, bertepatan dengan penyelenggaraan National Hacking Competition (NHC) Kedua di Bandung. Komunitas ini berawal dari beberapa mahasiswa dan peserta kursusnya, serta relasi hacker via chatting yang meminta untuk dibuatkan komunitas. &lt;br /&gt;Di komunitas ini tidak ada istilah founder. Menurut Iwan, inilah yang membedakannya dengan beberapa komunitas lain, yang lebih eksklusif karena hanya menghimpun segelintir orang dan dibangun untuk kepentingan kelompoknya saja. Web Secure Community lebih terbuka termasuk dalam persoalan berbagi informasi. “Kami siap melakukan presentasi dengan pemda, kepolisian, atau pihak-pihak lain agar mereka mengerti apa itu hacking, dan melek tentang pentingnya keamanan sistem informasi," jelasnya soal salah satu tujuan komunitas ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada komentar miring dari para tetangganya soal aktifitas Iwan sebagai hacker. Rumusnya, ia mengaku menjalin kedekatan dengan tetangga-tetangganya. “Saya mengharuskan peserta kursus dan anggota komunitas saat azan untuk segera ke masjid,” katanya. Jurus ini terbukti ampuh. “Lagipula tetangga tidak tahu di rumah saya ada kelompok hacker. Apa itu hacker saja tidak tahu,” katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdekat pekerjaan penetration testing dari sebuah institusi pemerintahan di Jakarta menanti Iwan dan teman-teman di komunitasnya. “Saya dapet subkontrak dari teman, seorang developer aplikasi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya berharap pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar serta yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan teknologi informasi untuk merekrut hacker-hacker yang berbakat. Mereka membutuhkan wadah profesi. Kalau tidak disalurkan akan berdampak buruk,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hacker yang berbuat negatif dengan menjadi carding dan cracker. “Kegiatan semacam itu membuat nama bangsa kita menjadi jelek,” katanya. Sebagai catatan, Indonesia adalah peringkat kedua soal kejahatan carding setelah Ukraina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berbahaya sebetulnya mereka yang sedang belajar hacking. Karena mereka belum tahu akibatnya, seperti anak kecil akibat pengetahuannya yang terbatas. “Mereka yang sudah ekspert lebih tahu akbat dan lebih arif memperlakukan ilmu yang dimilikinya,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, komunitas-komunitas hacker mengarah ke hal yang positif. “Ada kecendrungan menyalurkan bakatnya ini kearah yang lebih positif. Misalnya mengikuti fun hack. Atau membuat simulasi,” tuturnya. Hal ini ditunjang oleh lomba hacking baik yang bersifat nasional maupun lokal yang diadakan di Jogja dan Bandung. “Beberapa waktu ke depan akan ada lomba hacking lokal di bandung yang diadakan beberapa lembaga pendidikan tinggi di Indoenesia,” ungkap Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keahlian yang ia miliki, tak berarti keringat Iwan dihargai dengan materi secara proporsional. Pada tahun 1995, pemilik sebuah lembaga pendidikan komputer di Bandung yang kebetulan adalah kenalannya mendatanginya. Dia kelabakan menghadapi tahun ajaran baru karena harus meng-update database-nya. “Dia minta tolong saya untuk menginstall server dan aplikasi dengan 500 user dan dikasih waktu 2 minggu,” kenang Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya ternyata “sepele”. Password jaringan itu dipegang oleh admin yang kabur. “Kalau masalahnya itu, saya hanya butuh waktu 1 menit, tinggal riset password saja,” katanya saat itu pada sang teman. Iwan membuktikan ucapannya. Sayangnya, sang kenalan yang tak menepati janji. “Katanya dia mau ngasih Rp 7 juta. Begitu selesai saya hanya dikasih Rp 100 ribu,” katanya sembari tersenyum masam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki kelahiran Jakarta, 22 November 1966 ini mengaku sempat kecewa kala itu. “Tidak semua orang mengerti bagaimana menghargai waktu dan ilmu,” ucapnya. Sebelumnya si kenalan sudah mencoba meminta bantuan ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005, Iwan dan beberapa temannya sempat membangun Sistem Informasi Aset Daerah milik Pemda Tasikmalaya. Nilai proyek itu Rp 600 juta, tapi ia hanya menjual sistem tersebut Rp 60 juta. “Sudah banyak tangan, saya itu subkontrak level ke empat,” katanya terkekeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Telkom, pada Januari 2007 ia diminta untuk mempresentasikan assessment security. Iwan diminta untuk melakukan penetration testing, yaitu menembus keamanan sistem jaringan milik Telkom. Pada hari dan jam yang berbeda, beberapa hacker lain juga diundang. Namun karena hanya ia yang berhasil mendeteksi kelemahan jaringan tersebut akhirnya ia mendapatkan proyek assessment security. Ia mengerjakan proyek itu bersama ketiga temannya. Dari Telkom ia mendapatkan Rp 27,5 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Like Father Like Sons&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Like Father Like Sons. Keahlian dan hobi Iwan terhadap dunia hacking menular pada ketiga anaknya. Sejak kelas 5 SD, Yahya A.F. Al Fath, Aiman A.F. Al Fath, dan Baasyir B. Al Bantani sudah fasih terhadap IT, khususnya hacking. Ketertarikan terhadap komputer lantaran sejak kecil mereka sering memperhatikan ayahnya yang sedang bekerja di depan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia segitu, ketiga anaknya sudah bisa diajarkan pengetahuan dasar tentang operating system, misalnya windows, mengerti command-command, Tool VSPIP, dan mengerti eksploitasi kelemahan di suatu sistem. “Tapi jangan dipaksakan, biar mereka meminatinya sendiri. ketika sudah berminat baru diarahkan,” saran Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, ketertarikan anak-anak dengan komputer kebanyakan hanya untuk bermain games. “Games itu menyita waktu, pikiran dan konsentrasi anak. Saat harus belajar mereka sudah jenuh karena pikiran dan konsentrasinya sudah ke games. Saya tidak ingin seperti itu dan mencoba menyalurkannya ke arah yang baik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan pun merancang sebuah permainan hacking. Enam komputer miliknya yang juga digunakan untuk kursus, ia hubungkan dalam satu jaringan. “Saya menyembunyikan sebuah gambar, dan anak-anak saya harus menemukan gambar tersebut,” terangnya. Dari situlah anak-anaknya menggemari hacking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi psikologis si anak, tidak ada perbedaan dengan anak yang lain meski mereka menghabiskan sebagian waktunya di depan komputer. Sebab, namanya anak-anak, sifat kekanakan tetap mendominasi. Ini bisa dilihat dari tingkat keseriusan yang rendah. “Makanya saya berikan materi-materi yang tidak terlalu memaksakan ia untuk berpikir. Kalau dipaksakan takutnya malah terhambat dari aspek kejiwaan,” jelas Iwan. Di lain sisi, ketiga anaknya tetap bisa bermain dengan teman-temannya, misalnya bermain sepeda, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya mulai memencet tuts-tuts keyboard sejak kecil, sebelum ia masuk SD. Saat itu ia hanya tertarik bermain games. Begitu masuk SD, ia mulai tertarik dengan program dan aplikasi lain seperti Microsoft Word. Saat itulah sang ayah mulai melarangnya bermain games. Ia mengenal Programming saat kelas 1 SMP, namun baru belajar hacking saat kelas 3 SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa hacking, programming dan jaringan adalah syarat mutlak dan harus dikuasai. Bagi Yahya, yang paling sulit adalah analisis jaringan dan pengecekan program. “Tapi sekarang sudah bisa,” katanya. Hacking tak hanya ia pelajari dari ayahnya tapi juga belajar sendiri dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala SMP inilah, Yahya mulai berbisnis kecil-kecilan. Kesukaannya bermain games menggiringnya untuk mencari cheat lewat internet. Saat berhasil, teman-temannya berbondong-bondong meminta cheat games untuk PC dan PS padanya. Naluri bisnis yang ditularkan sang ayah, membuat Yahya tak memberikan cheat-cheat tersebut secara cuma-cuma. Kode cheat ia print dan perbanyak. Setiap kode cheat ia jual Rp 1000. Dari situlah ia mendapatkan tambahan uang jajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hacking tak lagi sekadar hobi bagi Yahya. Keseriusannya mendalami dunia itu membuatnya memilih untuk melanjutkan sekolah di SMKN 4 Bandung, sebuah sekolah Kejuruan Informatika. Di sekolah ini, ia memilih Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, ia diajarkan tentang programming dan mendapatkan latihan hacking. Lantaran bukan hal aneh baginya, tidak ada kesukaran baginya dalam soal semacam ini. Malah gurunya pun takjub atas kemampuannya. “Guru-gurunya nggak jago-jago amat,” katanya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak aneh, Yahya jadi idola baru di sekolahnya. “Teman-teman sering minta diajar,” katanya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai teknik hacking bagi anak seusianya bukan tanpa godaan. Ketika duduk di kelas 1 SMKN 4 Bandung, seorang teman sekolahnya menemukan kartu kredit. Lantas Yahya pun dibujuk untuk mengkrack kartu uang tersebut. Teringat larangan ayahnya, ia tidak mau terayu. “Sampe sekarang saya masih sering dibujuk,” bisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia pernah juga kepikiran untuk menjadi carder. Kala itu, ABG ini naksir seorang cewek. Cerita punya cerita, ia janjian untuk ngedate dengan sang pujaan. “Pas mau ngapel nggak ada duit pisan,” katanya menerawang. Namun niat itu urung dilaksanakan. Tak ayal, ngedate pertamanya diongkosi sang cewek. Derita hatinya berbuah manis. “Akhirnya jadian juga sampe sekarang,” tuturnya sembari tersipu malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya sempat mengikuti sebuah kompetisi hacking tingkat lokal. Saat itu, targetnya adalah menjebol server games counter strike. Menangkah ia waktu itu? “Ya begitulah,” tuturnya merendah. Berbeda dengan urusan cewek, keberhasilannya kali ini lebih karena kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah kepercayaan dirinya semakin meningkat. Sialnya, saat NHC Pertama digelar, ia sedang terbaring sakit. Otomatis, kesempatannya untuk menjajal kemampuan hilang sudah. Namun ia tak patah arang dengan terus mengasah kemampuannya. Alhasil, saat NHC Kedua digelar di Bandung ia menyabet gelar Juara Pertama. “Saat itu saya ikut dalam tim bersama A’ Helmi,” jelasnya. Helmi adalah jawara NHC Pertama untuk wilayah Bandung, yang juga temannya di Web Secure Community.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak sendiri, ia baru bisa menjebol server itu lewat 15 menit dari waktu yang ditentukan panitia yang hanya 1 jam. Buat Yahya, kesukaran NHC kali ini ada pada analisis jaringan. “Pada saat pink (request komputer lain -red) tidak terdeteksi sehingga membutuhkan paket lain untuk itu,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak sulung, ia sering mengajak bermain adik-adiknya. Dasar hacker family, permainannya pun bukan layaknya anak-anak lain. Di rumah ia sering mengusili komputer Aiman yang terhubung dalam satu jaringan dengan komputer miliknya. Usil ini acapkali disambut bagai gayung. Aiman dan dirinya pun saling beradu jago menjebol sistem komputer saudaranya. Keisengan ini berhenti tatkala Aiman melanjutkan SMP di Jogja. Sedang Baasyir masih terlalu kecil untuk diusili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping kesibukannya menghadapi grand final HNC di Jakarta 1 Agustus mendatang, Yahya sedang mencoba menerobos sebuah situs yang masih ia rahasiakan. “Niatnya kasih tahu admin-nya kalau ada kesalahan,” jelasnya. Soal ini, Yahya sudah cukup berpengalaman. Malah situs milik sekolahnya pernah jadi sasaran. “Ada beberapa kelemahan di situs sekolah,” katanya. Namun, demi keamanan, ia tak mau buka mulut lebih lebar soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia hacking tampaknya sudah jadi pilihan buat Yahya. Niatnya, ia ingin melanjutkan kuliah di ITB. Namun saat ini ia tak bercita-cita jadi orang kaya dengan kemampuannya ini. “Saya ingin membuat hacker dianggap tidak jahat sama orang,” katanya. Caranya, ia bergabung dengan Web Secure Community dan rajin mengikuti kompetisi hacking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aiman, anak kedua Iwan mengikuti NHC Pertama dan Kedua. Meski tidak menjadi juara, ia sempat menarik perhatian banyak orang karena usianya yang teramat muda, 13 tahun. &lt;br /&gt;“Aiman bidangnya keagamaan, dan interaksi dengan komputer jarang. Untungnya, di Islamic Centre bin Baaz, Bantul, siswa kelas 3 SMP ini mempunyai teman yang memiliki hobi yang sama. “Aiman memang lebih ke menyalurkan hobi, jadi belum fokus,” kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan anak ketiganya, Baasyir B. Al Bantani tak mau kalah dari kedua kakaknya. Siswa kelas 6 SD berusia 10 tahun ini juga sudah jago ngehack. Meski begitu, Iwan belum mengikutsertakannya di kompetisi hacking. “Tahun depan rencananya akan diikutsertakan di NHC,’ kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski layak dilibatkan, Iwan mengaku enggan membawa anak-anaknya dalam dunia profesi yang ia geluti. “Nanti saya menyalahi aturan larangan pekerja anak,” tutur dosen mata kuliah Keamanan Sistem Informasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak menyimpang, Iwan lebih mengarahkan mereka ke mentalitas berdasarkan agama. “Saya ingin anak saya jadi anak yang soleh. Jika jadi pejabat dia tidak korup, jika jadi pedagang dia tidak curang, jika jadi hacker, yang baik,” harapnya.&lt;br /&gt;Iwan juga protektif dengan data milik Yahya. Laptop kepunyaan anaknya ini selalu di sidak (inspeksi mendadak). Mujur bagi Iwan, sampai saat ini buah hatinya tidak berjalan ke arah pronografi, cracker, dan carder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan patut bersyukur punya istri lulusan SI Informatika Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia Jepang (LPKIJ). Sehingga tidak pernah komplain atas aktifitas suami dan anaknya. “Dulu istri saya malah sempat main security. Tapi semenjak punya anak, lebih fokus ke anak,” kata Iwan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-6229104375730373733?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/6229104375730373733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=6229104375730373733&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/6229104375730373733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/6229104375730373733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/07/hacker-family_27.html' title='Hacker Family'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_J5l3K9rAeec/R0WQuHQHkJI/AAAAAAAAAIA/jzpS4faDarg/s72-c/DSC01542b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-116850325107984405</id><published>2007-01-11T15:12:00.000+07:00</published><updated>2007-11-19T21:34:26.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kamus Kecil Ekonomi'/><title type='text'>Kamus Kecil Bisnis dan Ekonomi (disadur dari berbagai sumber)</title><content type='html'>Kamus kecil ini masih sangat sederhana, makanya isinya masih sangat tidak komplit dibanding kamus ekonomi manapun (hihihi..).&lt;br /&gt;So, bagi siapapun yang mau membantu saya buat ngelengkapin perbendaharaan kata dan istilah ekonomi plus definisinya, silahkan kirim ke tedybanka@gmail.com. Makasih ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Arsitektur Perbankan Indonesia&lt;/span&gt;: &lt;span style="color:#000000;"&gt;Kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu 5-10 tahun ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Ask Price&lt;/span&gt;: Harga terendah yang ditawarkan untuk menjual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Bid Price&lt;/span&gt;: Harga tertinggi yang diminta untuk membeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;BI Rate&lt;span style="color:#000000;"&gt;: suku bunga sebagai reference rate dalam pengendalian moneter, sebagai pengganti sasaran operasional uang primer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Broker (pialang)&lt;/span&gt;: Pihak yang melaksanakan/eksekusi baik pembelian maupun penjualan saham. Pialang bekerja berdasarkan amanat investor baik untuk kegiatan beli maupun jual. Pialang mendapat komisi dari aktivitasnya berdasarkan negosiasi dengan investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Build-Operate-Transfer (BOT)&lt;/span&gt;: &lt;span style="color:#000000;"&gt;is a form of project financing, wherein a private entity receives a franchise from the &lt;/span&gt;&lt;a title="Public sector" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Public_sector"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;public sector&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; to finance, design, construct, and operate a facility for a specified period, after which ownership is transferred back to the public sector.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dividen&lt;/span&gt;: Bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Efek&lt;/span&gt;: Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Emiten&lt;/span&gt;: Pihak yang melakukan penawaran umum dalam pasar modal&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Go Public&lt;/span&gt;: Suatu perusahaan yang baru pertama kali menawarkan saham sahamnya kepada masyarakat pemodal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Harga Pembukaan (open)&lt;/span&gt;: Harga yang terjadi pertama kali pada saat jam Bursa dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Harga Penutupan (Close)&lt;/span&gt;: Harga yang terjadi terakhir pada saat akhir jam Bursa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Harga Tertinggi/Terendah&lt;/span&gt;: Harga saham yang paling tinggi atau paling rendah terjadi pada satu hari Bursa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Harga Nominal&lt;/span&gt;: Harga yang diberikan dan tertulis pada suatu saham atau obligasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Harga Pasar&lt;/span&gt;: Harga jual-beli yang sedang berlaku di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Harga Perdana&lt;/span&gt;: Harga pada waktu pertama kali suatu efek dikeluarkan/ditawarkan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Hedge fund&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;:&lt;/span&gt; is a lightly regulated private &lt;a title="Investment fund" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Investment_fund"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;investment&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; fund charging a performance fee and typically open to only a limited number of investors.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Index ( Index Harga Saham )&lt;/span&gt;: Indikator utama yang menggambarkan pergerakan harga saham. Di Bursa Efefk Jakarta terdapat 4 jenis indeks, yaitu (1) Indeks Harga Saham Individual, (2) Indeks Harga Saham Sektoral, (3) Indeks Harga Saham Gabungan, dan (4) Indeks LQ45.&lt;br /&gt;JATS (Jakarta Automed Trading System). JATS merupakan sistem perdagangan Efek yang berlaku di Bursa Efek Jakarta untuk perdagangan yang dilakukan secara otomatis dengan menggunakan sarana komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Kliring&lt;/span&gt;: Proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul atas transaksi bursa yang dilakukan di Bursa Efek. Tujuan dari proses kliring adalah agar masing-masing Anggota Kliring mengetahui hak dan kewajibannya baik berupa Efek maupun uang untuk diselesaikan pada tanggal penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)&lt;/span&gt;: Lembaga yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa. Saat ini lembaga ini diselenggarakan oleh PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia atau disingkat KPEI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)&lt;/span&gt;: Lembaga yang menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral (tempat penyimpanan terpusat ) bagi Bank Kustodian, Perusahaan Efek dan pihak lain. Saat ini lembaga ini diselenggarakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau disingkat KSEI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Loan Deposit Ratio&lt;/span&gt;: &lt;span style="color:#000000;"&gt;the amount of a banks loan divided by the amount of it's depodits at any given time. the higher the ratio the more the bank is relying on borrowed funds, which are generally more costly than most types of deposits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager Investasi&lt;/span&gt;: Pihak yang mendapat izin dari Bapepam utnuk mengadakan kegiatan usaha mengelola Portofolio Efek bagi para nasabah atau mngelola Portfolio Investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Obligasi&lt;/span&gt;: Instrumen utang yang berisi janji dari pihak yang mengeluarkan obligasi untuk membayar pemilik obligasi sejumlah nilai pinjaman beserta bunga. Pemilik obligasi disebut kreditor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Odd Lot&lt;/span&gt;: Satuan jumlah saham yang jumlahnya lebih kecil dari satuan perdagangan saham di Bursa Efek, sehingga jumlah tersebut tidak dapat diperdagangkan di pasar reguler. Satuan perdagangan di BEJ adalah 500 saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Pasar Modal&lt;/span&gt;: Kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan modal, seperti obligasi dan efek. pasar modal berfungsi menghubungkan investor, perusahaan, dan institusi pemerintah melalui perdagangan instrukmen keuangan jangka panjang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Pasar Sekunder ( Secondary Market )&lt;/span&gt;: Suatu istilah yang menunjukan perdagangan Efek setelah diterbitkan dan dijual untuk pertama kali (emisi baru). Jadi setelah pasar perdana atau perdagangan di Bursa Efek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Perantara Pedagang Efek&lt;/span&gt;: Perusahaan yang bertindak sebagai perantara bagi pemodal yang ingin membeli atau menjual efek di pasar modal / bursa.Perusahaan yang sama dapat juga membeli atau menjual efek atas namanya sendiri, bila ia bertindak bukan lagi sebagai perantara tetapi sabagai pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Perusahaan Efek&lt;/span&gt;: Perusahaan yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Manager Investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Reksa Dana (Mutual Fund)&lt;/span&gt;: Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio Efek oleh Manajer Investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Reksadana Pendapatan Tetap&lt;/span&gt;: Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat hutang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Reksadana Saham&lt;/span&gt;: Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Reksadana Campuran&lt;/span&gt;: Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Reksadana Pasar Uang&lt;/span&gt;: Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Saham ( Stock)&lt;/span&gt;: Bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-116850325107984405?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/116850325107984405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=116850325107984405&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/116850325107984405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/116850325107984405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2007/01/kamus-kecil-bisnis-dan-ekonomi-disadur_11.html' title='Kamus Kecil Bisnis dan Ekonomi (disadur dari berbagai sumber)'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-116295504242140632</id><published>2006-11-08T10:00:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T17:38:14.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Straight News RAKA'/><title type='text'>Sengketa Tanah Tunggakjati Terus Berlanjut</title><content type='html'>Terbit 08/11/06&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAWANG - RAKA Sengketa tanah antara Eti Lesmana selaku penggugat dengan PT. Rajut Warna Sejati sebagai tergugat terus berlanjut. Senin, (7/11) Pengadilan Negeri Karawang kembali menggelar sidang lanjutannya. Sidang yang dipimpin oleh Syamsul Bahri Borut, SH. MH., dibantu oleh hakim anggota Tursinah Afianti, SH., dan H.M. Nur Lubis, SH. MH., kali ini untuk mendengarkan keterangan saksi, Ano Mahfudin (54).Sengketa ditengarai klaim oleh tergugat atas tanah seluas total 2765 m2 milik penggugat yang tersebar di tiga lokasi yang berdekatan dengan pabrik PT. Rajut Warna Sejati di desa Tunggak Jati, Karawang. Menurut Ano, semenjak 1991, tanah itu telah dipagari oleh tergugat. “Sekitar tahun 1991, tanah itu ditemboki sama PT. Rajut. Tapi saya tidak tahu apakah sudah dibeli atau belum,” tutur Ano di depan majelis hakim.Masih menurut Ano, pada 1972, (Alm) Hadi Isman membeli tanah milik neneknya, Kimat dan beberapa tetangga lainnya karena polusi pabrik penggilingan beras miliknya sudah mengenai rumah warga. “Kami dikasih uang ganti rugi untuk pindahan rumah. Sekitar tahun 1978, pabrik itu dikelola oleh PUSKUD,” lanjutnya. PT. Rajut Warna Sejati sendiri baru beroperasi pada 1990.Pada sidang itu juga, kuasa hukum penggugat, Solichul Mukminah, SH. MH., mengajukan bukti baru berupa denah batas-batas tanah sengketa yang dapat menjadi pertimbangan majelis hakim. Sementara pengacara tergugat, Fadli, SH., menyodorkan bukti berupa girik tanah. Namun, Solichul yang akrab disapa Lilik, seusai persidangan mengungkapkan bahwa bukti yang diberikan pihak tergugat itu masih lemah. “Kami memiliki tiga sertifikat tanah yang dapat menunjukan siapa sebenarnya pemilik sah tanah itu,” tandasnya. Pertanyaan-pertanyaan dari majelis hakim dan pengacara kedua belah pihak dalam sidang yang berlangsung sekitar satu jam ini tampaknya cukup membingungkan Ano. Beberapa kali ia ditegur oleh hakim ketua karena tidak dapat memberikan jawaban yang pasti dan jelas. “Saya agak cadel, lidah saya kependekan,” belanya polos.Perkara ini sebenarnya sudah dicoba diselesaikan secara musyawarah, tapi tak kunjung membawa hasil hingga akhirnya dibawa ke pengadilan dan disidangkan untuk pertama kali pada Juli 2006. “Kami sudah menawarkan agar tanah itu dibeli saja oleh tergugat, tapi mereka memberikan harga yang rendah dan selalu berkelit bahwa mereka sudah membeli tanah itu,” tukas Lilik.Sementara itu pihak PT. Rajut Warna Sejati melalui pengacaranya, Fadli, SH., saat dihubungi RAKA, tidak ingin banyak berkomentar. “Semuanya kami serahkan kepada majelis hakim,” ujarnya singkat. Sidang yang berlangsung sekitar satu jam ini akan dilanjutkan 14 November mendatang dengan agenda peninjauan lokasi tanah sengketa. (cr 1)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-116295504242140632?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/116295504242140632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=116295504242140632&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/116295504242140632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/116295504242140632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/11/sengketa-tanah-tunggakjati-terus.html' title='Sengketa Tanah Tunggakjati Terus Berlanjut'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-114836812262927111</id><published>2006-05-23T14:06:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T16:23:02.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>PARTAI POLITIK LOKAL DI ACEH, ANTARA MITOS DISINTEGRASI DAN TRIBALISME</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Partai Politik Lokal kembali menghangat dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia, dan saat ini akan diterapkan di Aceh sebagai salah satu konsekuensi dari perjanjian Helsinki pada hari Senin, tanggal 15 Agustus 2005 lalu antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik lokal bukanlah sesuatu yang baru dalam sistem kepartaian di Indonesia. Parpol lokal tumbuh bersama parpol nasional –juga organisasi sosial politik yang disetarakan dengan parpol- sejak terbitnya maklumat Pemerintah RI tanggal 3 November 1945 yang berisi anjuran mendirikan parpol dalam rangka memperkuat perjuangan kemerdekaan (Partai Politik di Indonesia (1994), PK Poerwantana).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parpol lokal yang tumbuh saat itu antara lain Partai Persatuan Daya di Kalimantan Barat; Angkatan Kesatuan Umat Islam (AKUI) di Jawa Timur; Partai Rakyat Desa (PRD) di Jawa Barat; Gerinda di Jawa Tengah, Partai Indonesia Raya (PIR) di Nusa Tenggara Barat dan lain-lain. Pengalaman Pemilu 1955 menunjukkan bahwa dari 52 kontestan, hanya 27 parpol dan satu perorangan yang meraih kursi. Kursi parlemen dan konstituante didominasi empat parpol nasional yaitu PNI, Masyumi, PNU, dan PKI. Namun, sistem kepartaian ini di era demokrasi parlementer tidak bertahan lama. Sejak 1959 hingga 1964, Presiden Soekarno berulangkali mengeluarkan Penetapan Presiden (Penpres) pembubaran parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana partai politik lokal di Aceh bukannya tidak menuai kontroversi, tercatat PDI-P sebagai partai politik nasional yang menolak konsep ini dengan alasan-alasan yang kesemuanya mengarah kepada persoalan integrasi bangsa. Pertengahan Februari lalu, Gus Dur bahkan menginstruksikan kepada seluruh anggota Fraksi PKB di DPR untuk menolak rancangan undang-undang (RUU) tentang pemerintahan Aceh (ANTARA News, 18 Feb 2006). Padahal, RUU ini diharapkan menjadi payung hukum bagi keberadaan partai politik lokal di Aceh dan bersifat spesial. Ketakutan ini terlalu dibuat-buat, sebab jaminan parpol lokal tidak bertentangan dengan NKRI itu sudah ada dalam RUU Pemerintahan Aceh Versi DPRD Aceh dan Versi Departemen Dalam Negeri. Dalam dua draf itu diatur bahwa partai politik lokal dilarang melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, atau peraturan perundang-undangan lainnya. Parpol lokal juga dilarang melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan terhadap gagasan parpol lokal mencerminkan ketakutan elit politik nasional kehilangan pengaruh dan kekuasaan di Aceh, mengingat selama ini mereka tidak pernah peduli dengan nasib rakyat Aceh. Buktinya, mereka membiarkan rakyat Aceh menderita selama operasi-operasi militer. Kedua, pencalonan kepala daerah dan anggota legislatif Aceh tidak pernah mempertimbangkan faktor kedekatan dengan rakyat ---sehingga diharapkan lebih aspiratif---, tetapi lebih kepada kepentingan elit politik nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan penolakan yang kedua adalah persoalan pengelolaan sumber daya alam. Aceh yang kaya gas bumi dan sumber minyak yang belum dieksplorasi adalah ladang dan tabungan uang elit politik nasional. Kasus Cepu baru-baru ini, menjadi bukti nyata betapa elit politik nasional mampu bersilat untuk mendapatkan jatah preman dari Exxon Mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Parpol Lokal Memancing Tribalisme di Aceh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Persoalan politik lokal di Aceh saat ini tidak bisa dipahami secara sederhana hanya sebagai perebutan penguasaan atas proses pengambilan kebijakan-kebijakan, baik politik, ekonomi, budaya, dll., antara elit politik nasional dan elit politik daerah Aceh. Ia lebih kompleks daripada persoalan pembagian kewenangan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya di Aceh, atau persoalan penindasan dan ketidakadilan yang ditimpakan pada masyarakat Aceh. Tapi politik lokal di Aceh dalam kerangka partai politik lokal juga berbicara tentang bagaimana partai politik lokal yang dibentuk di Aceh mampu melakukan fungsi agregasi kepentingan, agar Aceh bisa menjadi satu kesatuan yang yang tidak mudah dipecah-belah oleh kepentingan luar, baik itu oleh elit politik nasional, maupun kepentingan asing. Ini menurut saya yang harus diutamakan oleh partai politik lokal yang nantinya akan dibentuk di Aceh setelah RUU-PA disahkan oleh DPR-RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini harus diperhatikan, mengingat Aceh dibentuk oleh heterogenitas suku-suku yang eksis di sana. Berdasarkan hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik tahun 2000, terdapat 15 kelompok suku utama, serta kelompok suku lainnya yang jumlahnya lebih sedikit. Suku-suku itu adalah Aceh, Jawa, Gayo Lut, Gayo Luwes, Alas, Singkil, Semeulu, Batak, Minang, Sunda, Banjar, Banten, Madura, Bugis dan Betawi (Leo Suryadinata, et. al. 2003. Indonesia's Population: Ethnicity and Relegion in a Changing Political Lanscape. Singapore: ISEAS, hal. 15). Bencana Tsunami yang melanda Aceh akhir Desember 2004 lalu juga tidak mengubah heterogenitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan dan kemampuan partai politik lokal yang nanti dibentuk di Aceh untuk mengakomodir seluruh kepentingan elemen masyarakat Aceh ---dalam hal ini suku--- akan membuktikan apakah mereka (partai politik lokal) adalah suatu organisasi politik yang benar-benar merepresentasikan masyarakat Aceh secara keseluruhan, atau hanya organisasi kepentingan kelompok tertentu saja. Tentunya kita semua tidak ingin perubahan politik di Aceh malah membawa perpecahan di dalam tubuh bangsa Aceh. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-114836812262927111?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/114836812262927111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=114836812262927111&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/114836812262927111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/114836812262927111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/05/partai-politik-lokal-di-aceh-antara.html' title='PARTAI POLITIK LOKAL DI ACEH, ANTARA MITOS DISINTEGRASI DAN TRIBALISME'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998115982314076</id><published>2006-02-15T12:25:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T01:13:57.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Menelusuri Peradaban Tiongkok Lewat Sun-Tzu</title><content type='html'>Judul buku                                           : SUN-TZU THE ART OF WARFARE&lt;br /&gt;Penerjemaah bahasa Inggris     : Roger Ames&lt;br /&gt;Penerjemaah bahasa Indonesia: Arvin Saputra DRs.&lt;br /&gt;Penerbit                                                           : Lucky Publisher, 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Dia yang mengenal musuh maupun dirinya sendiri takkan pernah beresiko dalam seratus pertempuran; Dia yang tidak mengenal musuh tetapi mengenal dirinya sendiri akan sesekali menang dan sesekali kalah; Dia yang tidak mengenal musuh ataupun dirinya sendiri akan beresiko dalam setiap pertempuran.&lt;/span&gt; (Sun-Tzu)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan peradaban bangsa Cina telah menghabiskan waktu berabad-abad lamanya. Cina bersatu dalam sebuah kekaisaran melewati sebuah masa yang disebut Warring States atau Negara-Negara Bagian yang Berperang (tahun 403-221 SM), atau kalau kita tarik lebih jauh lagi dimulai pada masa Spring and Autumn atau Musim Semi dan musim gugur yang mendahuluinya (tahun 722 – 481 SM), yaitu ketika negara-negara bagian yang kecil-kecil dan semi otonom, telah ikut berperang terus menerus, sehingga tinggal selusinan “negara-negara bagian pusat” (chung-kuo). Pada tahun 221 SM, negara bagian Ch’in muncul sebagai pemenang perang terakhir yang kemudian membentuk kekaisaran yang bersatu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada masa ini para ahli filsafat aliran Confucian, Mohist dan Legalist disertai ahli-ahli militer baru yang berpendidikan dalam bidang taktik serta strategi konkrit dalam berperang secara efektif, berkeliling ke negara-negara bagian pusat guna memberikan nasihat serta jasa kepada keluarga-keluarga pemerintahan yang berseteru. Ahli militer yang paling dikenal dari masa ini adalah Sun Wu dari negara bagian Wu, yang dihormati sebagai Sun-Tzu atau Guru Sun. Seorang penganut ajaran Confucius yang bekerja pada Raja Ho-lu dari Wu (tahun 514-496 SM). Alasan utama keterkenalannya adalah buku militernya, Sun-Tzu ping-fa (Sun-Tzu: Seni Perang), yang muncul sebagai karya klasik militer terpanjang dan paling banyak dipelajari manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berabad-abad banyak sekali komentar yang diberikan atas naskah ini. Saat ini, karya Sun-Tzu ini telah diterjemaahkan  ke dalam berbagai bahasa di dunia, bahkan telah diterapkan ke dalam berbagai bidang seperti manajemen, bisnis, sebab sebagai sebuah karya literatur klasik ia tidak hanya dipelajari dari segi sejarahnya, tetapi juga relevansinya dengan berbagai bidang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Roger Ames, penyusun buku ini berkeyakinan bahwa naskah ini merupakan proses dan bukan suatu kejadian tunggal, dan mereka yang terlibat dalam penulisannya mungkin saja beberapa orang dari berbagai generasi. Ini didasari pada temuan di Yin-ch’ueh-shan yang memuat Tiga Belas Bab Inti. Fakta bahwa Sun Wu secara terhormat disebut sebagai Sun-Tzu dalam temuan ini merupakan bukti bahwa naskahnya bukanlah ditulis oleh Sun Wu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika ini bisa jadi masuk akal mengingat sebutan guru bagi seseorang hampir tidak mungkin digunakannya dalam penyebutan namanya secara teks ataupun wacana. Seperti misalnya Soekarno tidak pernah menambahkan embel-embel presiden ketika menyebutkan namanya saat berbicara dengan orang lain atau dalam buku karangannya. Temuan-temuan arkeologis ini lebih merujuk kepada catatan-catatan diskusi , yang disalin, ditata, dan diedit oleh murid-muridnya atau beberapa generasi pelajar, seperti halnya kompilasi Analects of Confucius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Roger Ames, buku ini diterjemaahkan dari berbagai temuan arkeologis di beberapa tempat di Cina dari waktu yang berbeda. Yang pertama, Naskah 13 Bab Inti dari Sun-Tzu Chiao-shih yang diedit oleh Wu Chiu-Lung dan kawan-kawan yang diterbitkan pada tahun 1990. Kedua, dari Lima Bab Tambahan yang ditemukan dari makam-makam Han di gunung Silver Mountain volume 1, yang disusun oleh Komite Rekonstruksi Tulisan-tulisan Han di Yin-ch’ueh-shan, serta diterbitkan oleh Wen-wu Publishing House tahun 1985. kemudian bahan-bahan ensiklopedia yang diterjemaahkan dari lampiran-lampiran Sun-tzu hui-chien karya Yang Ping-an (1986) dan Sun-tzu tao-tu karya Huang K’uei (1989) yang didasarkan pada koleksi dinasti Ch’ing dari Pi I-hsun, Sun-tzu hsu-lu (Surat penghargaan Dari Sun Tzu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi dinasti Ch’ing ini telah disusun dari tulisan-tulisan bambu dari dinasti Western Han yang ditemukan pada tahun 1978 dalam makam ke-115 dari kompleks keluarga Sun di kabupaten Ta-t’ung, provinsi Ch’ing-hai. Selanjutnya, Wang Jen-chun, Sun-tzu i-wen (naskah yang tidak diterbitkan , yang dilestarikan dalam catatan sejarah di perpustakaan Shanghai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kebanyakan buku yang bersumber dari karya guru Sun yang beredar di Indonesia, selain merupakan terjemaahan atas temuan-temuan arkeologis tulisan-tulisan bambu yang berasal dari berbagai zaman yang berbicara tentang guru Sun, di dalam pendahuluan buku ini, Profesor Roger Ames yang merupakan salah seorang penerjemaah filsafat Cina  terkemuka di Amerika Serikat, memberikan penjelasan tentang latar belakang filosofis buku Sun-Tzu, karena ia menyadari bahwa karya ini merupakan buku filosofi berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkuat nilai sejarah isi buku ini, penulis buku The Art of Rulership: Studies in Ancient Chinese Political Thought (1983) ini melampirkan salinan tulisan Cina-nya, deskripsi lokasi penemuan dan kondisi barang-barang hasil temuan serta gambar perlengkapan perang Cina kuno lengkap dengan penjelasannya. Keunggulan lain buku ini dibanding terjemaahan atas karya Sun Wu lainnya adalah komprehensifitas. Sebab ia memuat bab-bab tambahan dari temuan arkeologis di Yin-ch’ueh-shan maupun dari kisah-kisah dari berbagai sumber yang menyebutkan nama Sun Wu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998115982314076?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998115982314076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998115982314076&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998115982314076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998115982314076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/resensi1.html' title='Menelusuri Peradaban Tiongkok Lewat Sun-Tzu'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998109724180011</id><published>2006-02-15T12:24:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Sial!</title><content type='html'>Sial! Dunia ini makin memuakkan saja&lt;br /&gt;Dimana-mana pertarungan atas nama keindahan, keagungan, keadilan dan martabat menggerogoti pantat dan kemaluan&lt;br /&gt;Selalu ada saja yang menjadi alasan perjalanan sebuah kemunafikan&lt;br /&gt;Dan aku hari ini sedang belajar untuk munafik dengan baik.&lt;br /&gt;Aku tak ingin meninggalkannya&lt;br /&gt;Aku teramat mencintainya&lt;br /&gt;Aku jauh dari tidak merindukannya&lt;br /&gt;Tapi aku jadi mati tatkala nazar berada beberapa langkah dihadapanku&lt;br /&gt;Nazar Tuhan yang sengaja dikirim untuk mencongkel mata munafik ini.&lt;br /&gt;Akh mana mau tuhan percaya lagi padaku, aku terlalu sering mengecewakannya&lt;br /&gt;Dan hari ini aku ingin mati saja sebab dunia mencintaiku penuh kemunafikan&lt;br /&gt;Ya, aku sering mengulangi kata-kata itu, sebab itu yang membuat perempuan tetap agung hari ini. Sebabnya aku tak tahu, sebab yang kulakukan saat ini pun aku bingung, sebab kalian terus bertanya padaku dengan pandangan mun#%(6.&lt;br /&gt;Bapak, berikan semua yang kau punya pada ulat, belalang dan kupu-kupu agar tak ada lagi keinginan bagiku untuk mati.&lt;br /&gt;Setelah itu ada lagi yang ingin kupinta, tak peduli kau suka atau tidak.&lt;br /&gt;Sekali saja, peluk aku dengan cinta,&lt;br /&gt;Tanpa kemunafikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998109724180011?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998109724180011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998109724180011&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998109724180011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998109724180011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/sial.html' title='Sial!'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998104292397581</id><published>2006-02-15T12:23:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Sejarahmu Kau Sendiri yang Goreskan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kertas putih milikmu ini begitu halus, bersih tak bernoda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Maka, kubiarkan saja ia sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: right" align="right"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;4 Oktober 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: right" align="right"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;11.41-11.42&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998104292397581?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998104292397581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998104292397581&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998104292397581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998104292397581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/sejarahmu-kau-sendiri-yang-goreskan.html' title='Sejarahmu Kau Sendiri yang Goreskan'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998098702992966</id><published>2006-02-15T12:22:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>Pulanglah engkau dengan kepala tegak mendongak keatas&lt;br /&gt;Menantang bibirmu yang mendesah tadi malam&lt;br /&gt;Sebab engkau adalah pahlawan bagi rasa laparku&lt;br /&gt;Jengah yang menjilat leher dan tengkuk pagi ini&lt;br /&gt;Adalah sebuah keindahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan pulang dengan kepala tegak mendongak&lt;br /&gt;Menantang bibirku yang mendesah tadi malam&lt;br /&gt;Sebab aku adalah pahlawan bagi rasa laparmu&lt;br /&gt;Jengah yang menjilat leher dan tengkuk pagi ini&lt;br /&gt;Adalah sebuah keindahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998098702992966?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998098702992966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998098702992966&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998098702992966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998098702992966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998087818658879</id><published>2006-02-15T12:20:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Nyamuk-Nyamuk Itu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Episode I&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Saraf disekitar mata dan dahiku terasa mengencang dan menimbulkan efek kepusingan yang cukup mengganggu. Ia hadir dalam pagi yang seharusnya kunikmati dengan secangkir teh manis panas dan kepulan asap rokok yang bermain diantara hidung, mulut, tenggorokan, dan paru-paru. Di sisi lain kantuk tak henti-hentinya menyerang setiap sudut kesadaranku. Sementara aku sendiri bingung dimana harus membaringkan tubuh ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Semuanya jadi tampak sulit. Andai saja nyamuk-nyamuk itu tidak mengiung-ngiung di telingaku, mungkin saat ini aku sudah pulas di BPPM. Tapi di sisi lain aku bisa memahami tingkah makhluk-makhluk berbelalai tajam itu. Pemahamannya seperti ini; mereka tengah mengingatkanku untuk segera pulang kekostan seperti teman-teman yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;“Pagi ini, BPPM dan seluruh basement adalah milik kami. Sebab jatah kami tadi malam telah kalian rebut. Jadi tolong, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik anda cepat pergi dari sini,” demikian alasan yang disampaikan perwakilan nyamuk-nyamuk itu padaku pagi ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Aku terdiam sejenak, namun segera teringat toleransi yang telah ditunjukan para nyamuk tadi malam, dan aku memutuskan untuk segera berkemas-kemas dan kembali kekostan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Setelah semuanya siap aku berjalan kearah pintu keluar. Dengan tatapan mata yang tajam, para nyamuk memperhatikanku, dan aku merasa pandangan itu memancarkan rasa kemenangan. Tapi aku tidak terlalu peduli akan hal itu, kecuali dengan suara ngiung yang semakin menggila. “Ngiuung ngiung, nguung, nguuung, ngung.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Stukak tak kurasa lebih mengerikan daripada suara-suara itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Begitu pintu ruangan kututup, kesunyian menebar. Tak ada lagi dengung kepakan sayap mereka. Tapi aku tidak terlalu berminat untuk mencari tahu apa yang nyamuk-nyamuk sialan itu lakukan di dalam. “Resikonya terlalu besar. Asal mereka tidak melakukan sex party di dalam, aku sudah cukup tenang,” pikirku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;“Akh, tapi siapa yang bisa menjamin mereka tidak akan main esek-esek, eh maksudnya ngiung-ngiung?” Pertanyaan ini muncul di tengah perjalanan menuju kostan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Konvensi dalam dunia nyamuk yang telah ada semenjak mereka diciptakan untuk menjadi salah satu penghuni bumi, berbicara mengenai beberapa hal, diantaranya, ya, tentang urusan perngiungan ini. “Nyamuk-nyamuk di seluruh bumi harus terus bereproduksi, untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies nyamuk.” Konvensi ini juga menegaskan kembali kesepakatan yang telah ada sebelumnya, yaitu kesepakatan tentang pelarangan kepada nyamuk-nyamuk pria untuk melakukan poligami dengan alasan apapun, termasuk alasan mempertahankan kelangsungan hidup spesies nyamuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Alhasil, program KB yang hanya ada di dunia manusia tidak akan pernah dilakukan di dunia nyamuk. Dan hingga hari ini tidak pernah ada perkumpulan nyamuk perempuan yang menentang poligami. Bangsa nyamuk memang terkenal tunduk dan patuh pada kodratnya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Ketundukan dan kepatuhan pada kodrat di sisi lain menjadi semacam kiamat kecil, paling tidak bagi saya pagi ini. Andaikan saja para nyamuk di basement itu mencari makan tidak dengan terbang, tapi berjalan bagai semut. Tentu tidur saya tak terganggu suara kepak sayap mereka yang mendengung. Seandainya, pagi itu mereka menyedot susu pabrikan didorong oleh rasa penasaran dan kebosanan bukan mengincar darah dalam tubuh saya yang kurus ini, maka paling tidak ketakutan jadi pesakitan demam berdarah tidak muncul pagi itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Tapi, ya itu, nyamuk bukan manusia yang suka melawan kodrat dengan berbagai alasan. Pemaknaan nyamuk terhadap hidup paling sebatas persoalan makan, berkembang-biak, dan bertahan hidup. Jadi agak sulit mewujudkan cita-cita mendirikan sekolah kepribadian khusus untuk nyamuk, dimana mereka nanti diajarkan tentang tata cara memilih korban, dan sopan santun dalam menusukan belalainya ke tubuh korban, serta aturan terbang yang tidak menimbulkan polusi suara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Episode II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ya, aku baru tahu kenapa di ruangan ini nyamuk jadi momok yang begitu menakutkan bagiku, entah yang lain. Tumpukan barang-barang tak terpakai semacam kardus dan kertas di belakang lemari jadi kerajaan yang begitu tak tersentuh. Bodohnya, aku telah lama menyadari hal itu, tapi baru tadi siang kuobrak-abrik sarang nyamuk-nyamuk sialan itu. Hasilnya, ruangan ini jadi semakin tertata rapi menurutku. Tapi itu bukan inti pembicaraan episode kali ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Begini ceritanya; malam ini, untuk yang kedua kali secara berturut-turut aku mengahabiskan waktu di sini. Begitu ayam-ayam mulai berkokok..., eh, jangan percaya dulu. Tiga setengah tahun hidup di Bandung, selama itu pula aku belum pernah mendengar suara ayam berkokok, kecuali dari jam weker milik teman. Begitu matahri tak lagi kuasa menyinari bumi bagian Bandung, mereka secara bergerombol mulai melancarkan serangan, yang mungkin saja merupakan sebuah pembalasan dendam. Karuan saja Aa Gym kumaki. Sebab ia kurang lebih pernah bilang seperti ini; Ikhlas saja kalau digigit nyamuk. Sebab darah kita tidak akan habis kalau digigit nyamuk. Kujelaskan padamu, A, nyamuk itu secara bergerombol datang mengeroyokku. Kalau satu satu, aku masih siap melayani, tapi mereka bagai pesawat tempur Jerman yang menyerbu Polandia dari udara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Jadi, maaf saja kalau aku tadi pulang kekostan mengambil racun nyamuk elektrik. Mati kalian! Begitu rutukku dalam hati. Untunglah, mereka ternyata...mengubah strategi. Serangan tetap berlanjut dengan menerapkan taktik perang gerilya. Menyergap saat lawan (baca: aku) lengah, lalu setelah berhasil mencapai tujuannya (baca: menghisap darahku) melarikan diri dengan terengah-engah akibat kekenyangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Ok, langsung saja! Agresi yang kulakukan tadi siang terhadap sarang kalian terjadi karena provokasi yang sebelumnya kalian teriakan. Boleh dibilang itu sebuah reaksi. Tapi kalian malah membalasnya dengan tidak lagi mengingat batas-batas kesopanan. Jadi, mengingat dan menimbang semua hal yang pernah terjadi, maka hari ini aku maklumatkan perang terhadap kalian! Isi maklumat itu jelasnya adalah sebagai berikut: tak akan kuizinkan pada kalian apapun alasannya untuk menyerangku. Aku hanya akan bereaksi kalau kalian yang memulai. Itulah isi maklumatnya. Tolong dicamkan baik-baik; aku tidak main-main.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998087818658879?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998087818658879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998087818658879&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998087818658879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998087818658879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/nyamuk-nyamuk-itu.html' title='Nyamuk-Nyamuk Itu'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998080024770421</id><published>2006-02-15T12:19:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T16:25:55.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kita Butuh Tenaga Untuk Ereksi Sosial</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mubes, Muhim, dan Musta adalah moment penting yang akan sangat menentukan arah gerakan mahasiswa FISIP. Sebab dalam ketiga peristiwa besar tersebut orang-orang yang akan memimpin FISIP akan ditentukan. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendukung orang-orang tertentu yang mencalonkan diri sebagai ketua lembaga kemahasiswaan baik di tingkat jurusan maupun fakultas. Tapi mencoba untuk menggugah kesadaran kawan-kawan mahasiswa bahwa ada satu kondisi memilukan yang mengancam progresifitas gerakan mahasiswa FISIP. Kondisi yang saya maksudkan ini adalah pengkebirian terhadap organ baik intra maupun ekstra melalui ancaman akademis.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita butuh tenaga dan keberanian untuk melakukan ereksi sosial (baca: perubahan secara bersama), tapi belum sempat melakukan apa-apa, keberanian kawan-kawan secara umum telah dipotong oleh misalnya kewajiban untuk mengikuti perkuliahan minimal 75%. Lalu masalahnya dimana? Okelah jika seandainya tercipta suasana yang dialogis di kelas, terbukanya ruang kritis mahasiswa. Tapi bukankah yang terjadi selama ini adalah pencekokan doktrin-doktrin dosen kepada mahasiswa. Lalu apakah kewajiban mengikuti perkuliahan minimal 75% ini berdampak positif bagi perkembangan intelektual mahasiswa? Saya berani jawab dengan tegas, TIDAK! Harus diakui, kehadiran mahasiswa (secara umum) di kelas tak lebih dari kewajiban membubuhkan tandatangan di daftar hadir. Hampir dapat dipastikan orang-orang yang kritis di kelas adalah mereka yang aktif di organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, siapapun tidak bisa menafikan bahwa sebagai mahasiswa kita mempunyai kewajiban untuk belajar. Tetapi siapapun juga tidak bisa memungkiri bahwa mahasiswa sebagai makhluk intelektual memiliki tanggungjawab sosial. Sebagai makhluk intelektual, mahasiswa harus mampu melihat realitas sebagai sesuatu yang seharusnya, bukan sesuatu yang sesuai dengan kenyataannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas dan jurusan tidak punya itikad baik untuk mendukung aktifitas kemahasiswaan! Salah satu buktinya, dalam pertemuan dengan PR III yang dihadiri oleh ketua lembaga kemahasiswaan fakultas dan jurusan, dekanat dan pihak jurusan di FISIP, PR III menyampaikan agar hari Sabtu dijadikan hari khusus bagi lembaga kemahasiswaan untuk melakukan aktifitas, dan meminta agar jadwal perkuliahan pada hari itu diminimalisir atau sampai ditiadakan. Tetapi buktinya, kawan-kawan bisa merasakan sendiri. Artinya dibutuhkan keberanian bagi kawan-kawan yang merasa dirinya sanggup untuk memimpin mahasiswa untuk mendobrak hal ini, sembari menyiapkan kondisi internal masing-masing organ untuk melakukan pengkaderan. Kawan-kawan harus berani, jika perlu ancam birokrat dengan cara memboikot program kerja yang berbau promosi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya menyingkirkan jauh-jauh ego pribadi dan kelompok demi kepentingan FISIP. Lembaga kemahasiswaan butuh darah baru untuk mendorong dinamika kampus yang kondusif, tidak sekadar mengisi jabatan-jabatan yang ada di struktural. Tapi sementara itu, tingkat partisipasi mahasiswa masih sangat rendah. Kawan-kawan calon pemimpin FISIP baik di tingkat jurusan maupun fakultas harus punya rumus jitu untuk menerobos kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal, Saya menantang --sekaligus memberikan penawaran rumus jitu yang saya yakin tidak akan cocok untuk menebak nomor buntut-- semua calon ketua lembaga siapapun yang nantinya terpilih untuk memperjuangkan dispensasi khusus bagi aktifis lembaga kemahasiswaan yang ada di FISIP secara bersama! Jika tidak berani, lebih baik mundur saja dari sekarang. Sebab, menurut hemat saya, dispensasi khusus ini akan meningkatkan tingkat partisipasi mahasiswa FISIP yang konon telah menjadi momok klasik dalam lembaga kemahasiswaan. Jika tidak ingin lembaga kemahasiswaan hanya menjadi sekadar Event Organizer, kenapa kita tidak bergerak bersama? Hidup Mahasiswa!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998080024770421?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998080024770421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998080024770421&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998080024770421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998080024770421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/kita-butuh-tenaga-untuk-ereksi-sosial.html' title='Kita Butuh Tenaga Untuk Ereksi Sosial'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998069597275860</id><published>2006-02-15T12:17:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T16:27:38.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Mangkir</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Katakanlah bahwa semenjak tahun 1990, impor beras Indonesia terus melonjak hingga pada tahun 1998 mencapai angka 7,2 juta ton! Padahal pada tahun 1984 Indonesia mencapai swasembada beras. Lalu apa sebenarnya yang terjadi? Kita hanya akan membatasi pembicaraan kali ini dengan hanya menyinggung sedikit saja soal Neoliberalisme Pertanian --- bukan karena menganggap hal itu tidak penting, tapi lebih karena persoalan keterbatasan halaman.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah dengan konsep Landreform yang diusung pada masa Soekarno memerintah? Konsep Landreform yang merupakan terjemaahan dari UU Pokok Agraria (UUPA) No. 5 tahun 1960 tidak muncul ujug-ujug, ia ditenggarai kondisi sosio-ekonomi pertanian Indonesia yang dikuasai segelintir orang setelah diterbitkannya Agrarische Wet 1870 yang memicu terkonsentrasinya kepemilikan tanah yang luas oleh orang-orang yang mempunyai modal kuat. Landreform dimaksudkan agar terjadi distribusi kepemilikan tanah yang adil dan merata, sehingga petani mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk bertani di lahannya sendiri yang berujung pada peningkatan kesejahteraan mereka. Konsep ini sebenarnya meniru apa yang diterapkan di AS pada masa pemerintahan Abraham Lincoln yang menetapkan Homestead Act 1862, dimana pemerintah mentransfer tanah-tanah negara menjadi milik petani, atau yang dilakukan Jepang pada 1868.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landreform belum dapat berjalan secara maksimal, sebab semenjak Soeharto memimpin, konsep ini di peti es-kan. Soeharto “demam” dengan Revolusi Hijau yang terjadi di Asia Tengah, dan mengambil jalan pragmatis; Revolusi Hijau tanpa Reformasi Agraria. Cara ini dibangun di atas pondasi; hutang luar negeri, bantuan dan investasi asing, serta bertumpu pada yang besar. Hasilnya memang “sangat menakjubkan”, tahun 1984 Indonesia mampu berswa sembada beras. Namun seperti yang telah diungkapkan di atas, “masa emas” ini tidak berlangsung lama. Sebab, peningkatan produksi beras tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani.&lt;br /&gt;Ada pemaksaan yang dilakukan oleh penguasa terhadap petani, keterpaksaan ekonomi. Indikasinya jelas! Petani harus membayar sendiri hampir semua pengeluaran. Bibit unggul, pupuk buatan, dan pestisida harus dibeli mahal dari outlet-outlet Transnational Corporation (TNC), tanah harus disewa, tenaga buruh harus dibayar, dan di beberapa wilayah fasilitas irigasi hanya dapat dimanfaatkan dengan biaya yang tidak kecil pula. Untuk petani yang memiliki lahan luas (lebih dari 0,5 hektar) memang masih mendapatkan keuntungan. Tapi bagi petani yang mempunyai lahan sempit (kurang dari 0,5 hektar), hanya naas yang dituai. Sekadar mengingatkan bahwa petani gurem ini adalah mayoritas, dan mereka dimiskinkan.&lt;br /&gt;Tidak berhenti sampai disini, penderitaan petani semakin menjadi karena mereka harus bersaing dengan TNC. Dengan biaya produksi yang demikian mahal, otomatis harga jual beras lokal harus menyesuaikan agar petani bisa mendapat keuntungan. Dalam kondisi seperti ini, mereka digempur oleh produk-produk TNC yang lebih murah. Salah satu penyebabnya adalah semenjak September 1998, atas desakan World Trade Organization (WTO) dan International Monetary Fund (IMF), pemerintah memangkas bea masuk beras impor sampai 0%! Tidak heran begitu banyak orang yang memanfaatkan “lahan basah” ini, dengan menjadi importir beras, apalagi negara maju seperti AS memberikan kredit import, sehingga angka 7,2 juta ton beras yang diimpor tahun 1998 tidak pernah turun hingga hari ini. Naiknya harga beras lokal semakin dipicu karena rantai distribusi perdagangan beras di Indonesia begitu panjang. Hampir tidak ada petani yang menjual langsung produknya ke tangan konsumen, tapi harus melalui tangan beberapa tengkulak sebelum sampai ke Bulog (Badan Urusan Logistik) untuk kemudian disalurkan melalui agen dan pengecer. Belum lagi jatuhnya harga gabah yang entah dilakukan oleh siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang ada dibenak penguasa negeri ini. Pulau Jawa yang memiliki lahan potensial untuk pertanian terus-menerus “ditanami” beton dan industri, sehingga lahan pertanian menjadi semakin sempit, dan urbanisasi besar-besaran melanda kota-kota besar di Jawa, sebab tidak ada lagi harapan di desa. Sentralisasi memang sungguh menyakitkan!&lt;br /&gt;Lalu apa yang akan dilakukan pemerintah menyikapi hal ini? SBY telah meraih gelar Doktor di bidang pertanian. Beberapa saat sebelum menjalani ujian, ia diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta. Ketika ditanya kenapa ia tertarik masalah pertanian, ia menjawab dengan bersemangat; “Indonesia adalah negara agraris, dan kita punya potensi besar untuk mensejahterakan rakyat lewat pertanian.” Namun, program kerja 100 hari SBY tidak satu pun yang dapat memberi perubahan besar pada sektor pertanian kita. Saya tidak bermaksud hanya menyudutkan SBY, sebab jika anda menyimak benar-benar tulisan ini sedari awal, secara eksplisit maupun implisit saya mengatakan semenjak era Soeharto hingga sekarang, tidak ada satu pun pemimpin negara ini yang berusaha secara serius memperbaiki sektor pertanian kita. Di negara-negara maju seperti AS, Jepang, dan Uni Eropa (UE) terjadi keseimbangan antara pembangunan industri dan pertanian. Tidak aneh ketika AS misalnya mengekspor beras walaupun mayoritas penduduknya tidak menjadikannya sebagai makanan pokok.&lt;br /&gt;Saat ini Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) diketuai oleh Prabowo Subianto. Apa yang ingin dilakukan purnawirawan TNI yang juga menantu Soeharto ini di HKTI. Menapak karier politik seperti Siswono Yudhohusodo, atau melakukan apa yang menjadi janjinya; Menaikan taraf hidup petani dan akan mendesak pemerintah untuk memberlakukan kebijakan-kebijakan yang memihak petani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari apa yang telah saya paparkan tadi, sebenarnya kunci penyelesaian masalah ini ada pada pemerintah. Yaitu melalui penetapan kebijakan yang memihak pada petani, antara lain; memberikan subsidi untuk petani, menjaga lahan pertanian di Jawa sembari mencari daerah pertanian alternatif, memangkas jalur distribusi produk pertanian, pembatasan impor beras dan produk pertanian lainnya dengan cara penetapan kuota dan menaikan tarif bea masuk, serta memberantas mafia pertanian. Untuk langkah awal, pada 1 Januari 2005 nanti, batas waktu perundingan pertanian WTO akan berakhir. Itulah saatnya SBY membuktikan komitmennya untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berdasarkan berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998069597275860?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998069597275860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998069597275860&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998069597275860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998069597275860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/mangkir.html' title='Mangkir'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998050817420039</id><published>2006-02-15T12:14:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Anjing Ironi</title><content type='html'>Umurmu 22 Januari nanti&lt;br /&gt;Jadi, tak perlu lagi merengek manja didekatku&lt;br /&gt;Tadi pagi kulihat kau masih bergaya anak muda&lt;br /&gt;Nanti, kuingin kau tambahkan kesederhanaan hidup dan kekayaan berpikir&lt;br /&gt;Sebab dunia tak butuh patung peraga tak berotak yang tak tahu apa yang ia lakukan&lt;br /&gt;Mungkin kau akan mengerti nanti, tapi bukan hari ini&lt;br /&gt;Sebab aku butuh dirimu yang tadi pagi untuk menelanjangiku malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Oktober 2005&lt;br /&gt;11.55-11.59&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998050817420039?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998050817420039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998050817420039&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998050817420039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998050817420039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/anjing-ironi.html' title='Anjing Ironi'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998039790192733</id><published>2006-02-15T12:12:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Aku Takut</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Mestinya kau tak disini&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bersamaku, gila...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sebaiknya kau menjelajah dirimu bersama yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Disana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Mencabik-cabik dirimu agar kau tau siapa dirimu sebenarnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tak semestinya kau menemaniku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Gila...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bukankah duniamu tak hanya aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Banyak yang bisa kau lakukan bila aku tak menjajahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pergi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tapi, Tak sepatah kata pun terucap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sebab aku takut sendiri, sepi, beku, lalu mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;2 Oktober 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;19.34-19.36&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998039790192733?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998039790192733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998039790192733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998039790192733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998039790192733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/aku-takut.html' title='Aku Takut'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998029894330830</id><published>2006-02-15T12:11:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Kapok</title><content type='html'>Jika seandainya dunia esok masih sama dengan kemarin&lt;br /&gt;Aku bersumpah, di hadapan-Mu mulai detik ini harinya tak akan jauh beda dengan masanya tanpaku.&lt;br /&gt;Apapun akan kulakukan agar itu jadi nyata, maka bantulah aku&lt;br /&gt;Berikan padaku kekuatan untuk melakukan apa yang seharusnya&lt;br /&gt;Sebab aku tiada berkehendak, aku hanya berkeinginan&lt;br /&gt;Sebab hanya Kaulah yang berkuasa atas kehendak segala sesuatu&lt;br /&gt;Termasuk atas diriku dan dirinya&lt;br /&gt;Tak perlu lagi Kau uji aku dengan apapun sekalipun Engkau anggap aku kuat untuk menahannya, kumohon pada-Mu sekali saja&lt;br /&gt;Please…,&lt;br /&gt;Kau Maha Mengetahui segala apa yang ada di hatiku dan ketakutanku atas Kuasa-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 16 Des 04’&lt;br /&gt;1.54 Subuh&lt;br /&gt;No, thank’s for your renaissance&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998029894330830?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998029894330830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998029894330830&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998029894330830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998029894330830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/kapok.html' title='Kapok'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998021580964812</id><published>2006-02-15T12:09:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Tai</title><content type='html'>Hari ini, kuburanku yang telah kalian siapkan siap sudah.&lt;br /&gt;Lubangnya telah kalian gali, pengisinya pun sebentar lagi akan mati&lt;br /&gt;Tinggal menunggu hari, tulang belulangku akan tetap tersisa bersama tanah tak berpengharapan.&lt;br /&gt;Aku telah pasrah, dan tak ingin berusaha lagi&lt;br /&gt;Lelah sudah mengungkung batas-batas kesabaran&lt;br /&gt;Kini, saatnya aku pergi&lt;br /&gt;Tapi ingat! Apa yang kalian tanam hari ini dan kemarin&lt;br /&gt;Esok kalian sendiri yang akan menuai&lt;br /&gt;Lalu tulang belulang kalian akan menemaniku di tanah tak berpengharapan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998021580964812?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998021580964812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998021580964812&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998021580964812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998021580964812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/tai.html' title='Tai'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998010811170387</id><published>2006-02-15T12:08:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Hari Ini Kacau</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Saya masih ingat, pagi ini saya terbangun dari tidur ketika matahari belum juga muncul dan udara dingin masih mencari-cari celah hangat tubuhku. Saya juga masih ingat bahwa pagi ini saya bangun dengan sejuta perasaan yang mungkin kalau saya bisa kasih nama, kekacauan, kegelisahan, tapi sulit untuk menjelaskan secara harfiah kegelisahan dan kekacauan seperti apa yang saya rasakan. Mungkin ini adalah efek dari apa yang saya alami kemarin. Tapi bagian perjalanan hidup saya yang mana, saya kurang bisa memilah. Mungkin malah semuanya, ya semua.&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Ok, sekarang apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi perasaan ini? Cukup sekadar menulis ini semua? Lupakan saja dulu, perutku sudah berteriak, aku sudah lupa sejak kapan aku tak mengeluarkan kotoran busuk dalam ususku....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;I’m back! Saat jongkok mengeluarkan taik lewat anusku, saya masih saja mengalami kekacauan. Membayangkan settingan model apa yang akan saya gunakan saat berbicara di hadapan mahasiswa baru Komunikasi. Provokosi? Jelas harus! Pencerahan? Wajib! Jika nanti Ospek itu berubah jadi kekacauan, saya akan bilang, maaf, ini juga hasil kekacauan pikiran dan perasaan saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kacau Anjing!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 324pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;23 Agustus 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998010811170387?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998010811170387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998010811170387&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998010811170387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998010811170387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/hari-ini-kacau.html' title='Hari Ini Kacau'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113998002631560423</id><published>2006-02-15T12:06:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Buat Si Bangsat3</title><content type='html'>Adalah sesuatu yang lumrah ketika rembulan menemani malam&lt;br /&gt;Tapi cinta adalah keajaiban, ia adalah suara tuhan yang menyatukan sesuatu yang terkadang mustahil untuk kita pahami&lt;br /&gt;Maka, biarkan suara hatimu menemani malamku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113998002631560423?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113998002631560423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113998002631560423&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998002631560423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113998002631560423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/buat-si-bangsat3.html' title='Buat Si Bangsat3'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113997993832169054</id><published>2006-02-15T12:05:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Buat Si Bangsat2</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Mungkin aku hanya kerikil dalam hidupmu yang penuh warna&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tak boleh pula aku untuk sekadar menjadi penghias dalam sepotong perjalanan hidupmu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Maka biarkan aku menjadi kerikil di dalam sepatumu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Boleh kau anggap pengganggu, tak apa pula bila kau jadikan pengingat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ada&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;yang menantimu untuk mengangkatku dari kubangan rindu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113997993832169054?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113997993832169054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113997993832169054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113997993832169054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113997993832169054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/buat-si-bangsat2.html' title='Buat Si Bangsat2'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113997984771810076</id><published>2006-02-15T12:03:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Ia Bernama Ketulusan</title><content type='html'>Ini mungkin tak berarti apa-apa bagimu ketika mencoba mengetuk pintu kalbumu&lt;br /&gt;Dan mencari secercah kelembutan perempuan yang meneduhkan&lt;br /&gt;Bagiku semuanya selalu baru dan penuh kejutan ketika harus hadir dalam naungan lembut tatapmu&lt;br /&gt;Sepertinya aku harus menyiram rerumputan dan bunga yang telah sekian lama layu di taman kehidupan&lt;br /&gt;Esok rumput dan bunga itu bisa dibilang cikal bakal taman,&lt;br /&gt;Semoga cukup kiranya sekuntum bunga putih ini mewakili cikal bakal taman kehidupan yang sedang kubangun untuk menyampaikan pesan bahwa telah kubunuh keakuanku untuk menghadirkan kepakan sayap-sayap kebaikanmu yang kuserahkan padamu untuk menamainya.&lt;br /&gt;Dan nanti jika tiba saatnya, ketika Tuhan dan dirimu mengizinkan, akan kupersembahkan taman kehidupan bermandikan salju putih diujung rerumputan dan kelopak bunga kehadapanmu. Terserah dirimulah menamainya apa. Tapi aku menyebutnya ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 2 Oktober 2005&lt;br /&gt;00.53 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113997984771810076?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113997984771810076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113997984771810076&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113997984771810076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113997984771810076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/ia-bernama-ketulusan.html' title='Ia Bernama Ketulusan'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113997971094254844</id><published>2006-02-15T12:00:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Untuk Si Bangsat</title><content type='html'>Malam ini, matahari terbit memanaskan tubuhku&lt;br /&gt;Ia merasuk hingga kedalam sudut-sudut ingatanku&lt;br /&gt;Dan memancing keluar ingatanku tentangmu&lt;br /&gt;Ada gairah kerinduan yang teramat sangat didalamnya&lt;br /&gt;Menguar-nguar bak gelisahnya perempuan yang rindukan kekasihnya yang tak kunjung datang&lt;br /&gt;Saat ini, matahari masih menggantung di atas kepalaku&lt;br /&gt;Siap membangkitkan dirimu dalam ruang hatiku yang kosong&lt;br /&gt;Tak siap kuusir ia sebelum kau kirimkan sepatah kata untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                    Bandung, 3 Des 05&lt;br /&gt;22.45&lt;br /&gt;untuk si bangsat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113997971094254844?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113997971094254844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113997971094254844&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113997971094254844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113997971094254844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2006/02/untuk-si-bangsat.html' title='Untuk Si Bangsat'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113479532412926407</id><published>2005-12-17T11:53:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>ramai1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mungkin Karena Mira&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak begitu kenal Soe Hok Gie, maka ketika salah seorang aktivis di FISIP menawarkan pada saya untuk menjadi pembicara dalam diskusi membedah pemikiran Gie, saya hanya menjawab; “Wah, lebih baik orang lain saja, sebab jangankan pikiran Gie, pikiran saya sendiri terkadang sulit untuk saya pahami.” Sosok dan pemikiran saudara kandung Arif Budiman itu saya ketahui hanya selintas, dulu, dalam obrolan-obrolan kecil bersama teman-teman, juga hasil membaca ala kereta api ekspress Jurusan Jakarta-Bandung beberapa tulisan yang menyangkut dirinya. Makanya, saya tidak berani ambil resiko seolah-olah orang yang paling tahu, tentang lelaki yang sebenarnya tidak saya tahu ini. Lagipula dalam pemahaman saya yang sederhana ini, membedah pikiran seseorang bisa berarti yang tidak jauh berbeda dengan membedah anggota tubuh yang sakit. Sumber sakit ini dibuang atau diobati agar jadi sehat, seolah-olah pikiran Gie sakit, maka harus diluruskan. Bisa juga berarti membedah tubuh orang mati untuk dipelajari struktur jaringan kulit, tulang, dan sarafnya, yang berarti proses memahami pikiran Gie agar bisa diambil manfaatnya, supaya kalau nanti ada biji cabe yang nyangkut di usus buntu, kita bisa tahu bagaimana cara mengatasinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di pojok yang lain, seorang teman yang kalau ke kampus hanya untuk kuliah, lalu nongkrong di tangga, atau kalau dalam istilah teman-teman di Jogja “Goody-goody Student” tiba-tiba memakai pin di dada dengan muka Gie terpampang di atasnya. Saya memang belum pernah bertemu orang yang memakai kaos yang berhubungan dengan Gie, baik namanya, wajahnya, telapak kakinya, atau pantatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya kaget ketika begitu banyak teman yang tiba-tiba mengucapkan kalimat; “Lebih baik saya diasingkan daripada menyerah kepada kemunafikan”, yang terkadang diucapkan dengan serius, bahkan kadang bercanda. Seorang teman yang saya kenal humoris memelesetkannya menjadi; “Lebih baik dikucilkan daripada tidak menjadi Komdis”, mungkin karena memang di kampus saya ini sedang musim-musimnya persiapan Ospek.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak membuat saya kaget adalah ketika seorang kenalan yang memang terkenal rajin menulis dan pintar mencari moment untuk dijadikan bahan tulisan mengupas habis sosok Gie dalam tulisannya. Tapi, saya tidak tahu kenapa Kompas dalam iklannya di televisi juga menggunakan Gie sebagai “pemanis”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang bisa merangkaikan kejadian-kejadian di atas, apa itu semua terjadi gara-gara Mira Lesmana dkk., membuat film tentang almarhum, sebab sepanjang yang saya tahu, sebelum film itu diputar di bioskop, popularitas Gie tak jauh beda dengan Tan Malaka, beda-beda tipis dengan keterkenalan Emha, serta sederet orang-orang hebat bangsa ini, keterkenalannya mungkin hanya sampai pada teman aktivis saya, atau kenalan penulis saya, dan tentunya orang-orang lain yang rajin ngulik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ndak apa-apa tho, biar masyarakat kita bisa ngerasa punya pahlawan, bisa punya seorang yang bisa dibanggakan, dan nggak perlu cari bule untuk dijadikan semacam Superman,” begitu ucap seorang teman baik saat saya ngobrol dengannya.&lt;br /&gt;Iya, mbak, jawab saya dalam hati ketika itu. Saya itu parno, masyarakat kita itu kan mudah sekali GR, gara-gara media massa nampilin Inul menggoyangkan pinggulnya, tua-muda, lelaki-perempuan, jadi koran berjalan, sibuk merhatiin dan ngomongin Inul dengan kadar pengetahuan dan kepentingan masing-masing. Sekarang, pun tidak jauh berbeda, kita jadi demam Gie. Kalo dia masih hidup, mungkin rekor yang dipegang Audy sebagai penandatangan terbanyak akan diserahkan Muri padanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya hari ini media massa beramai-ramai memberitakan SBY bilang ia mimpi dapet wangsit dari mbah anu, tentang cara mengatasi persoalan seratus juta rakyat miskin di Indonesia, maka dengan menggunakan berbagai pisau analisis, baik kejiwaan, mental, politik, ekonomi, perdukunan, dan seabrek metode, maka saya bisa menjamin kita yang latah ini bakal ikut-ikutan tersedot perhatiannya, dengan bermacam jenis kelatahan, baik itu sekadar berkomentar, ikut melakukan analisa, atau bahkan tersenyum gaib.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya memendam khawatir yang mungkin berlebihan kita men-Che Guevara-kan Gie gara-gara tangan gaib kekuatan modal yang pintar cari peluang, lalu kita hanya mampu mengenal wajah dan ucapannya yang terkenal itu tidak lebih dari sekadar wajah dan ucapan yang indah, tanpa bisa menggali lebih dalam semangat dan idealismenya untuk dijadikan bahan acuan, agar nanti kita semua masing-masing bisa bilang; “Gie itu bukan apa-apa, selain karena sudah almarhum, tapi yang lebih penting bahwa saya bisa berbuat lebih daripadanya.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, ini salah satu manfaat yang bisa kita ambil dari gonjang-ganjing Gie. Memendekarkan diri kita masing-masing, untuk melakukan sesuatu yang lebih baik menurut takaran dan cara masing-masing buat bangsa ini, bukan hanya menjadi korban yang tak sadar dirinya sedang dijajah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibarat malam (massa plastis amorf dari bahan mineral), kita ini gampang di apapun, dibikin jadi bentuk rumah-rumahan, orang-orangan, mobil-mobilan, pesawat-pesawatan, bahkan tai-taian yang ngejogrok di pinggir jalan. Yang hebat itu bukan kita, tapi sesuatu yang menggerakan si senimannya, orang yang mengkonstruksi kita jadi gampang dibentuk-bentuk. Dalam persoalan Gie yang tiba-tiba jadi terkenal, anda telusuri saja siapa arsiteknya, Mira Lesmana dkk., modal, atau kebodohan kita, atau apa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Realitas adalah buah cipta si seniman melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap lingkungannya. Intinya kita ini sadar atau tidak telah direkonstruksi, atau malah yang kita miliki hanyalah “kesadaran palsu”. Kita memang memiliki kebebasan untuk bertindak di luar batas kontrol struktur dan pranata sosial dimana kita berasal. Tapi kemampuan setiap orang untuk merekonstruksi realitas sosial yang disodorkan ke mukanya berbeda-beda tergantung field of experience, keilmuan dan pengetahuan, serta kepentingan masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika si Pulan dikasih tahu pak RT nanti coblos si anu dalam Pilkada, ia akan menanggapinya lewat tiga hal tadi. Berdasarkan pengalaman, Pulan yang telah mengabdi jadi tukang becak selama belasan tahun, mungkin manut daripada dibilang subversif, lalu becaknya dialihfungsikan jadi penahan gelombang di Teluk Jakarta. Atas dasar apa yang dimilikinya di kepala, Pulan yang tidak tamat SD dan tidak bisa baca tulis, mungkin akan bertanya si anu mukanya seperti apa, jambangan, kumisan, pakai kopiah atau tidak. Mungkin Pulan juga akan melihat seberapa besar uang yang dikasih pak RT, untuk nyoblos si anu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Naasnya, jumlah orang-orang semacam Pulan di negara yang punya cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya, ini, cukup banyak di sekitar kita. Tapi yang lebih menyedihkan tentunya, mahasiswa yang punya dasar pendidikan tinggi, tapi menanggapi realitas Gie hanya sebagai sebuah film, lalu beramai-ramai mengenakan pin, baju, dan celana dalam dengan muka Gie menempel, dan menggemuruhkan kalimat; ”Lebih baik saya diasingkan daripada menyerah kepada kemunafikan”, tapi dengan pemahaman yang tidak lebih dari gambar dan ucapan yang indah. Semoga saya hanya parno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 7 Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113479532412926407?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113479532412926407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113479532412926407&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113479532412926407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113479532412926407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2005/12/ramai1.html' title='ramai1'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19888359.post-113479405868412321</id><published>2005-12-17T11:29:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T22:08:01.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>cerpen1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Semua Bicara Sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanan ini kulangkahkan kakiku menyusuri jalanan yang masih asing, gelap, dan becek. Tanganku kusibakan ke kiri dan ke kanan menghalau aral yang merintang. Guratan-guratan merah memanjang bagai halilintar, tapi ia berasal dari kulit tanganku yang gelap. Tanganku yang lelah memberi ruang gerak bagi tubuhku yang kurus kerempeng menuju tempat tujuan berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba di sebuah kampung kecil di kaki gunung yang sepi aku memandang kearah pintu-pintu yag tertutup rapat. Kearah daun jendela-daun jendela yang sedikit terkuak yang menyembulkan tatapan asing  nan mencurigai. Aku adalah Maximus yang kebingungan ditengah sorak-teriak burung-burung dan binatang hutan lainnya. Sementara hanya aku sosok manusia yang kelihatan utuh fisiknya. Yang lain hanya memberikan kesempatan padaku untuk menelisik mata-mata yang amat samar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibuku pernah berkata, kita semua adalah orang asing ketika tak mampu bersahabat dengan keadaan. Maka, demi mengingat ucapan ibuku itu, aku mulai melemparkan senyum ke arah mata-mata yang mengintip dibalik daun jendela-daun jendela. Sedikit demi sedikit pintu-pintu yang menghadap ke arahku mulai terbuka, kepala-kepala kecil menyembul. Di wajah anak-anak itu tergurat satu pesan untukku, pesan tentang pemiskinan yang menimpa mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu satu-persatu malaikat-malaikat kecil itu mengendap-endap menghampiriku dengan kaki kurus yang telanjang. Menusukku dengan pandangan yang mengerikan, memperhatikan dengan tajam ke arah ransel yang kupanggul. Mencoba mencari celah untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa dimakan di dalamnya. Tentu aku punya, tapi itu hanya cukup unuk bekalku sampai di tempat tujuanku selanjutnya. Tapi tubuh-tubuh yang telanjang itu menghalangiku untuk tidak peduli pada mereka, jiwa dengan tubuh-tubuh dekil yang hanya berbalut kulit dan sedikit daging.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka, demi Tuhan aku mulai membuka ransel dan mengeluarkan seluruh isinya. Dua potong kaus oblong, baju hangat yang telah mulai rapuh di siku-sikunya, sehelai jeans belel, peralatan mandi, peralatan masak, HP, dan benda terakhir yang mereka tuntut dariku, makanan. Aku menata barang-barang itu dihadapan mereka yang mengerubungiku, seolah-olah menjelaskan pada mereka, Hei aku tidak mencuri rezeki kalian. Tapi baiklah, demi memuaskan pandangan mereka yang tak cukup puas, aku mulai menyalakan kompor gas. Mengisi panci kecil itu dengan air mineral. Tak menunggu sampai panas, aku menyobek pembungkus sebungkus mie instant, dan menumpahkan isinya ke dalam panci.. Dengan bahasaku, aku menyuruh mereka mengambil piring dan sendok. Rupanya mereka mengerti –tentu saja mereka mengerti, sebab aku sebangsa dengan mereka–, tubuh-tubuh itu membalik dan menuju pintu-pintu tempat mereka keluar tadi, meninggalkan pada mataku tulang-tulang punggung yang menonjol dan beberapa pantat kempot.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka kembali dengan piring kaleng yang sebagian sudah ditambal di pantatnya, tanpa sendok. Duduk melingkariku menengadahkan piring kosong dengan kedua tangannya Aku menuangkan isi panci yang pertama ke piring anak pertama, bocah laki-laki berambut merah kusam, dengan wajah yang menonjolkan belulang. Mengenakan celana seragam sekolah yang tak lagi berwarna merah berganti coklat warna debu dan kotoran. Aku kembali menyobek pembungkus sebungkus mie instant, meletakannya diatas panci, mengucurkan air di atasnya,mengaduk-aduk, lalu menuangkan ke piring-piring yang ditadah. Dua, tiga, empat, lima, sudah semuanya. Tak ada lagi mie instant yang tersisa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut ketika mereka belum juga memindahkan isi piring ke perut masing-masing, posisinya masih tetap seperti ketika piring-piring tersebut kosong. Hanya saling menatap diantara mereka, lalu serentak menatap kearahku dengan pandangan tajam. Apa mereka tidak puas dengan apa yang telah kuberikan. Apakah mereka menuduh aku menyembunyikan makanan lain, di bagian tersembunyi dari ranselku? Sial, tak tau diuntung setan-setan kecil ini, makiku dalam hati.  Tiba-tiba anak ketiga berlari ke dalam gubuknya, menggeletakan begitu saja piringnya di atas jalan tanah yang berdebu tempat jamuan makanan ini dilangsungkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terperanjatku belumlah hilang atas tindakannya tadi ketika ia lalu kembali kearah kami sambil membawa sebuah piring kaleng yang kosong. Meletakannya dihadapan piringnya yang berisi, lalu menumpahkan isinya sebagian ke piring kosong tersebut. Anak keempat, kelima, kesatu, dan kedua, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan anak yang ketiga. Setelah semuanya selesai anak terkecil disitu menyodorkan piring tersebut ke arahku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seketika hatiku bagai dirajam perasaan bersalah, jiwaku tertunduk malu, menyesali makianku tadi. Lemah, tanganku menjulur menggapai piring tersebut. Aku hanya punya satu sendok, tapi sebaiknya tidak kugunakan saja. Mereka belum juga makan! Aku yang tampaknya harus memulai. Ketika aku mulai memasukan benda-benda kuning panjang itu ke mulut, satu-persatu mereka mulai makan. Tak ada suara yang keluar dari mulut kami, hanya desau angin yang membasuh dedaunan, dan sesekali kicau kenari dari dalam hutan di pinggir kampung yang menyemarakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba tawa gelak menyembur dari mulut kami ketika seorang bocah meringis seraya mengucek-ucek matanya yang pedih dengan punggung tangan. Tadi ia berniat memasukan sejumput mie ke dalam mulutnya. Malang baginya, mie yang licin bagai belut itu terjun bebas kembali ke dalam piringnya, memercikan air pedas didalamnya ke matanya, dan ia tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali meringis menahan pedih cabe.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu suara yang keluar dari mulut kami selama perjamuan makan sederhana itu berlangsung, selain suara lidah yang mencecap-cecap rasa makanan yang mungkin saja tersisa di sudut-sudut rongga mulut, ketika tak ada lagi yang bisa menghibur dari piring-piring yang kini telah kembali kosong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya, kini tak ada lagi yang bisa dimakan, dan aku tak cukup yakin kapan kiranya perut kami berteriak lagi. Aku masih punya cukup uang untuk membeli makanan ketika saat itu tiba, tapi mungkin bocah-bocah ini, hanya bisa menjelajahi kembali sudut-sudut dalam mulutnya.&lt;br /&gt;Tidak ada lagi yang bisa kuperbuat disini, maka aku segera memasukan kembali barang-barangku ke dalam ransel. Menumpuknya sembarang saja karena sekarang ada banyak ruang kosong di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Datanglah lagi kapan-kapan kesini, emak pandai membuat Sayur Singkong. Kakak tentu pernah makan Sayur Singkong? Emak bilang, Sayur Singkong makanan paling enak, dan aku selalu senang memakannya, sebab kata emak orang-orang di kota pun suka memakannya.” Anak yang paling besar di situ berucap padaku.&lt;br /&gt;Aku menoleh padanya. Tanpa mempedulikan pandangan anehku, anak itu mulai berkata-kata lagi; “Kakak tadi tentu bertemu emak dan bapak di hutan, juga emak, bapak, dan kakak Buyung, dan yang lainnya. Mereka mencari kayu untuk dijual di kota. Kadang bapak sering membawa pulang pisang hutan. Sekarang orang-orang disini tak lagi pergi ke ladang. Sebulan yang lalu orang-orang dari kecamatan datang kesini. Kata emak, sekarang kami tak lagi punya ladang, diambil negara.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak itu terdiam, matanya menatap lesu ke arah piring di tangannya yang telah kosong. “Sudah lama emak tak memasak Sayur Singkong. Tapi kalau kakak datang lagi kesini, aku bakal bilang ke emak supaya memasakan Sayur Singkong buat kakak.”&lt;br /&gt;“Oh,” aku mengeluh pendek. Benar, tak ada lagi yang bisa kuperbuat disini. Ucapan anak itu semakin mendorongku untuk cepat-cepat meninggalkan tempat ini. Dan aku tak berniat untuk kembali lagi kesini. Sebagian petualanganku berisi kesendirian. Sebagian besar lagi berisi kisah-kisah pahit perjalanan hidup milik orang lain yang kutemui.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ini akan menjadi petualanganku yang terakhir. Sebab aku yakin tak akan sanggup mendengar dan melihat lagi kisah setengah dari jumlah orang di negara ini yang bernasib sama dengan anak ini dan orang-orang di kampung ini, sebab keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan memang bukan milik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 4 Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19888359-113479405868412321?l=tedybanka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tedybanka.blogspot.com/feeds/113479405868412321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19888359&amp;postID=113479405868412321&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113479405868412321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19888359/posts/default/113479405868412321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tedybanka.blogspot.com/2005/12/cerpen1.html' title='cerpen1'/><author><name>tedybanka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13065638544490687301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J5l3K9rAeec/Rym4itvjTpI/AAAAAAAAACg/ASSVB93Z8cM/s320/gw2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
